Menu

Dark Mode
Perusahaan Jepang Jual Pulpen Mewah Seharga Rp6 Jutaan, Permintaan Justru Membludak Kastel Jepang Mulai Rapuh Dimakan Usia, Biaya Bangun Ulang Bisa Tembus Rp2 Triliun! Persona 4 Revival Resmi Diumumkan, Rilis Februari 2027 WNI di Yamanashi Jepang Ditangkap atas Dugaan Penusukan ke Rekan Kerja Sesama WNI Good Smile Company Umumkan Nendoroid Hideo Kojima Hiro Mashima Umumkan Manga Mini Seri Baru Fairy Tail Re:Fantasia

Teknologi

ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029

badge-check


					ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029 Perbesar

ANA Holdings Inc. sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan layanan pengiriman otomatis menggunakan drone paling cepat pada Maret 2029. Pernyataan tersebut disampaikan pejabat perusahaan pada Jumat, seiring semakin banyaknya perusahaan di Jepang yang mulai beralih ke teknologi drone akibat kekurangan tenaga kerja di sektor logistik.

Perusahaan tersebut sebelumnya telah melakukan berbagai uji coba, termasuk di Prefektur Okinawa di Jepang bagian selatan, dan ke depan akan meningkatkan kajian guna mempersiapkan dimulainya bisnis pengiriman ini.

Di bawah undang-undang revisi yang mulai berlaku pada akhir 2022, pemerintah Jepang telah mengizinkan drone yang dikendalikan dari jarak jauh untuk terbang melampaui jangkauan pandangan visual di atas wilayah berpenghuni. Sebelumnya, penerbangan drone tanpa awak hanya diperbolehkan di wilayah tidak berpenghuni seperti pegunungan, sungai, dan lahan pertanian.

Kebijakan ini menumbuhkan harapan bahwa layanan drone dapat memberikan manfaat besar bagi daerah terpencil dengan jumlah penduduk yang sedikit, terutama di tengah kekhawatiran akan kekurangan pengemudi truk pengiriman.

Sejumlah perusahaan pun telah mulai melakukan uji terbang drone otomatis. Japan Post Co., misalnya, telah melakukan pengiriman paket di sebuah desa di wilayah Tokyo bagian barat. Sementara itu, perusahaan lain seperti raksasa telekomunikasi KDDI Corp. dan Japan Airlines Co. telah mengangkut barang medis ke desa-desa di kawasan barat ibu kota.

ANA Holdings berencana menggunakan drone buatan Skyways Air Transportation Inc. asal Amerika Serikat untuk layanan pengiriman ini. Drone tersebut memiliki panjang sekitar 3 meter dengan bentang sayap 7 meter.

Drone ini dioperasikan dan dipantau dari jarak jauh, mampu membawa muatan hingga sekitar 50 kilogram, serta memiliki jangkauan terbang maksimum sekitar 1.600 kilometer.

Selain untuk mengangkut obat-obatan dan kebutuhan sehari-hari ke pulau-pulau terpencil dan wilayah lain, ANA Holdings juga berencana memanfaatkan drone tersebut dalam situasi pascabencana, seperti untuk mengirimkan bantuan darurat dan memeriksa skala kerusakan.

Menurut pejabat perusahaan, ANA Holdings menargetkan pembukaan basis lepas landas dan pendaratan berskala penuh pertama yang mencakup area dengan radius 500 kilometer pada akhir tahun fiskal 2028. Wilayah Kyushu dan Okinawa di Jepang barat daya disebut sebagai kandidat lokasi potensial.

Ke depannya, perusahaan berencana menambah satu hingga dua basis baru setiap tahun guna memperluas jangkauan layanan pengiriman drone tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

AI Pencegah Bunuh Diri Mulai Digunakan di Stasiun dan Gedung Jepang, Berhasil Selamatkan Nyawa

2 June 2026 - 15:10 WIB

Perusahaan Jepang-China Akan Luncurkan Merek Mobil Baru EMTA di Jepang

28 May 2026 - 14:10 WIB

Jepang Kembangkan Laboratorium AI dan Robot untuk Riset Otomatis 24 Jam

26 May 2026 - 16:10 WIB

Toyota Perkenalkan SUV Listrik Mewah Lexus TZ, Muat 6 Orang dan Bisa Tempuh 620 Km

25 May 2026 - 16:10 WIB

Lansia Perempuan di Jepang Kini Lebih Pilih Curhat ke AI daripada Manusia

25 May 2026 - 14:10 WIB

Trending on Teknologi