Menu

Dark Mode
Hiro Mashima Umumkan Manga Mini Seri Baru Fairy Tail Re:Fantasia Tokyo Pride 2026 Diikuti Ratusan Ribu Orang, Aktivis Desak Kesetaraan Pernikahan di Jepang Square Enix Umumkan Final Fantasy VII Revelation, Rilis Serentak di Semua Platform pada Musim Semi 2027 Bandai Namco Umumkan Game Baru Gundam Rogue Orbit, Rilis pada 2027 Jepang Mulai Bahas Kemungkinan Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri ke Indonesia Onimusha: Way of the Sword Akan Rilis September, Demo Sudah Bisa Dicoba

News

Kagoshima Subsidi Penuh Tiket Shinkansen untuk Turis Asing, Tuai Kritik Publik

badge-check


					Kagoshima Subsidi Penuh Tiket Shinkansen untuk Turis Asing, Tuai Kritik Publik Perbesar

Pemerintah Prefektur Kagoshima menghadapi gelombang kritik atas rencana pemberian subsidi penuh tiket sekali jalan Shinkansen bagi wisatawan asing. Meski menuai penolakan, pejabat daerah membela kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata.

Program yang diumumkan dalam rancangan anggaran awal tahun fiskal 2026 itu akan mengalokasikan sekitar ¥278 juta (sekitar US$1,79 juta) dana publik untuk menanggung biaya tiket Kyushu Shinkansen senilai ¥11.420 untuk kursi non-reservasi. Rute yang disubsidi adalah dari Stasiun Hakata di Fukuoka menuju Stasiun Kagoshima-Chuo.

Untuk mendapatkan subsidi, wisatawan asing harus memesan melalui situs reservasi yang ditunjuk dan menginap minimal satu malam di akomodasi dalam wilayah Kagoshima.

Bagi Kagoshima, pemanfaatan Kyushu Shinkansen dipandang sebagai cara efektif menarik wisatawan mancanegara yang sudah lebih dulu tiba di kota gerbang seperti Fukuoka. Dengan kereta cepat tersebut, perjalanan dari Fukuoka ke Kagoshima dapat ditempuh dalam sekitar 90 menit.

Namun, kebijakan ini memicu lebih dari 170 telepon dan email ke pemerintah prefektur, sebagian besar berisi kritik. Banyak warga menyebut langkah tersebut “tidak adil” dan memberikan “perlakuan istimewa bagi orang asing,” serta mempertanyakan penggunaan pajak masyarakat Jepang untuk mensubsidi wisatawan luar negeri.

Di media sosial, sejumlah komentar mempertanyakan mengapa subsidi tidak diberikan kepada wisatawan domestik juga jika tujuannya untuk meningkatkan jumlah kunjungan.

Berdasarkan statistik pariwisata 2024, rata-rata pengeluaran wisatawan asing di Kagoshima mencapai sekitar ¥86.000 per orang, hampir tiga kali lipat dibandingkan wisatawan Jepang yang rata-rata membelanjakan sekitar ¥30.000.

Gubernur Kagoshima Koichi Shiota menyatakan bahwa program tersebut diperkirakan dapat menghasilkan dampak ekonomi sekitar ¥1,7 miliar dalam bentuk belanja wisata di dalam prefektur—jauh melampaui nilai subsidi yang dikeluarkan. Ia menegaskan kebijakan ini akan membantu meningkatkan “daya hasil” industri pariwisata daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari alokasi anggaran lebih luas senilai ¥3,5 miliar dalam rancangan anggaran fiskal 2026 untuk memperkuat sektor pariwisata.

Pemerintah daerah juga menyoroti bahwa jumlah wisatawan asing yang menginap belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi. Penangguhan dan pembatalan sejumlah penerbangan internasional turut memicu kekhawatiran akan penurunan berkepanjangan jumlah kunjungan dan dampaknya terhadap perekonomian daerah.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Bahas Kemungkinan Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri ke Indonesia

8 June 2026 - 10:10 WIB

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

3 June 2026 - 16:10 WIB

WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen

3 June 2026 - 15:10 WIB

Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

3 June 2026 - 12:10 WIB

Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi

3 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News