Menu

Dark Mode
Jepang Siap Gelontorkan Anggaran untuk Program Adaptasi WNA, Fokus pada Aturan Lokal dan Kehidupan Sehari-hari Trailer Film Live-Action “Street Fighter” Rilis, Jason Momoa Jadi Blanka! Honda Jual Mobil Listrik Buatan China di Jepang, Pertama Kalinya untuk Pasar Domestik Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik Kasus Bocah Hilang di Kyoto Terungkap, Ayah Tiri Akui Membunuh Korban Sekuel “Godzilla Minus One” Resmi Diumumkan, Berlatar 1949 dan Tayang 2026

News

Jepang Siap Gelontorkan Anggaran untuk Program Adaptasi WNA, Fokus pada Aturan Lokal dan Kehidupan Sehari-hari

badge-check


					Young women laughing on night out, food and drink, bonding, carefree Perbesar

Young women laughing on night out, food and drink, bonding, carefree

Pemerintah Jepang mulai memberikan dukungan finansial kepada pemerintah daerah untuk membantu warga asing memahami aturan hidup di komunitas lokal. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan bersama yang lebih tertib antara warga Jepang dan penduduk asing.

Mulai tahun fiskal 2026 (April), pemerintah akan menanggung sebagian biaya program yang bertujuan membantu integrasi warga asing. Program tersebut mencakup edukasi pemilahan sampah, pembelajaran bahasa Jepang, hingga dorongan untuk ikut serta dalam kegiatan komunitas seperti asosiasi warga. Kebijakan ini diumumkan oleh Ministry of Internal Affairs and Communications.

Sebelumnya, bantuan pemerintah hanya difokuskan pada pemahaman sistem nasional seperti pajak dan asuransi sosial. Kini, cakupannya diperluas hingga aturan lokal yang berbeda di setiap daerah.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya jumlah warga asing di Jepang. Berdasarkan data dari Immigration Services Agency of Japan, jumlah warga asing mencapai sekitar 4,12 juta orang pada akhir tahun lalu—rekor tertinggi selama empat tahun berturut-turut.

Selain itu, pemerintah juga akan mendukung pelatihan tenaga penghubung yang berperan sebagai jembatan antara pemerintah daerah dan warga asing. Mereka akan membantu menyampaikan informasi administratif sekaligus menangani konsultasi terkait kehidupan sehari-hari.

Kebijakan ini juga berkaitan dengan arah pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang menekankan pentingnya menciptakan masyarakat dengan “koeksistensi yang tertib dan harmonis.” Pemerintah juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap perilaku yang dianggap bermasalah.

Di tingkat daerah, upaya serupa juga mulai terlihat. Berdasarkan survei, 35 dari 47 prefektur di Jepang telah memasukkan program baru atau memperluas inisiatif terkait warga asing dalam anggaran awal tahun fiskal 2026.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk asing, Jepang kini berupaya menyeimbangkan antara keterbukaan terhadap tenaga kerja global dan menjaga keteraturan dalam kehidupan masyarakat lokal.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik

17 April 2026 - 10:10 WIB

Kasus Bocah Hilang di Kyoto Terungkap, Ayah Tiri Akui Membunuh Korban

17 April 2026 - 09:42 WIB

Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan

16 April 2026 - 14:10 WIB

Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan

16 April 2026 - 11:10 WIB

Paviliun Indonesia Hadir di Fashion World Tokyo 2026, Raih Penghargaan Desain Jepang

16 April 2026 - 06:44 WIB

Trending on News