Menu

Dark Mode
Hiro Mashima Umumkan Manga Mini Seri Baru Fairy Tail Re:Fantasia Tokyo Pride 2026 Diikuti Ratusan Ribu Orang, Aktivis Desak Kesetaraan Pernikahan di Jepang Square Enix Umumkan Final Fantasy VII Revelation, Rilis Serentak di Semua Platform pada Musim Semi 2027 Bandai Namco Umumkan Game Baru Gundam Rogue Orbit, Rilis pada 2027 Jepang Mulai Bahas Kemungkinan Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri ke Indonesia Onimusha: Way of the Sword Akan Rilis September, Demo Sudah Bisa Dicoba

News

Jepang Siap Gelontorkan Anggaran untuk Program Adaptasi WNA, Fokus pada Aturan Lokal dan Kehidupan Sehari-hari

badge-check


					Young women laughing on night out, food and drink, bonding, carefree Perbesar

Young women laughing on night out, food and drink, bonding, carefree

Pemerintah Jepang mulai memberikan dukungan finansial kepada pemerintah daerah untuk membantu warga asing memahami aturan hidup di komunitas lokal. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan bersama yang lebih tertib antara warga Jepang dan penduduk asing.

Mulai tahun fiskal 2026 (April), pemerintah akan menanggung sebagian biaya program yang bertujuan membantu integrasi warga asing. Program tersebut mencakup edukasi pemilahan sampah, pembelajaran bahasa Jepang, hingga dorongan untuk ikut serta dalam kegiatan komunitas seperti asosiasi warga. Kebijakan ini diumumkan oleh Ministry of Internal Affairs and Communications.

Sebelumnya, bantuan pemerintah hanya difokuskan pada pemahaman sistem nasional seperti pajak dan asuransi sosial. Kini, cakupannya diperluas hingga aturan lokal yang berbeda di setiap daerah.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya jumlah warga asing di Jepang. Berdasarkan data dari Immigration Services Agency of Japan, jumlah warga asing mencapai sekitar 4,12 juta orang pada akhir tahun lalu—rekor tertinggi selama empat tahun berturut-turut.

Selain itu, pemerintah juga akan mendukung pelatihan tenaga penghubung yang berperan sebagai jembatan antara pemerintah daerah dan warga asing. Mereka akan membantu menyampaikan informasi administratif sekaligus menangani konsultasi terkait kehidupan sehari-hari.

Kebijakan ini juga berkaitan dengan arah pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang menekankan pentingnya menciptakan masyarakat dengan “koeksistensi yang tertib dan harmonis.” Pemerintah juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap perilaku yang dianggap bermasalah.

Di tingkat daerah, upaya serupa juga mulai terlihat. Berdasarkan survei, 35 dari 47 prefektur di Jepang telah memasukkan program baru atau memperluas inisiatif terkait warga asing dalam anggaran awal tahun fiskal 2026.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk asing, Jepang kini berupaya menyeimbangkan antara keterbukaan terhadap tenaga kerja global dan menjaga keteraturan dalam kehidupan masyarakat lokal.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Bahas Kemungkinan Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri ke Indonesia

8 June 2026 - 10:10 WIB

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

3 June 2026 - 16:10 WIB

WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen

3 June 2026 - 15:10 WIB

Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

3 June 2026 - 12:10 WIB

Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi

3 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News