Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

Teknologi

AI Pencegah Bunuh Diri Mulai Digunakan di Stasiun dan Gedung Jepang, Berhasil Selamatkan Nyawa

badge-check


					AI Pencegah Bunuh Diri Mulai Digunakan di Stasiun dan Gedung Jepang, Berhasil Selamatkan Nyawa Perbesar

Sekitar 40 stasiun kereta dan fasilitas komersial di Jepang telah mengadopsi sistem kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mencegah aksi bunuh diri. Menurut pengembangnya, teknologi tersebut telah berkontribusi menyelamatkan sedikitnya dua nyawa.

Sistem ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Tokyo, Asilla Inc. AI tersebut bekerja dengan menganalisis rekaman kamera pengawas untuk mendeteksi perilaku yang berpotensi mengarah pada percobaan bunuh diri.

Beberapa perilaku yang menjadi indikator antara lain mondar-mandir dalam waktu lama, berdiri terlalu lama di dekat tepi peron stasiun, atau berada di area pagar dan atap gedung yang berisiko.

Jika sistem mendeteksi tanda-tanda tersebut, AI akan mengirimkan peringatan kepada petugas keamanan atau staf stasiun. Dalam beberapa kasus, peringatan juga dapat disampaikan melalui pengeras suara.

Menurut Asilla, salah satu kasus terjadi di sebuah fasilitas komersial ketika sistem mendeteksi seorang pria berada di area yang biasanya tidak diakses pengunjung. Petugas keamanan kemudian mendatanginya. Belakangan pria tersebut mengaku bahwa ia berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat.

Dalam kasus lain, seorang anak ditemukan berdiri cukup lama di dekat pagar lantai atas sebuah fasilitas. Setelah dihampiri petugas keamanan, diketahui bahwa anak tersebut sedang menulis surat wasiat untuk bunuh diri.

Sejak tahun 2022, Asilla bekerja sama dengan sekitar 200 pusat perbelanjaan dan berbagai fasilitas lainnya untuk melatih AI menggunakan sekitar 7 juta rekaman kamera pengawas.

Selain mendeteksi tanda-tanda bunuh diri, sistem ini juga dikembangkan untuk mengenali kondisi darurat lain, seperti seseorang yang tiba-tiba jatuh sakit, tidak bergerak dalam waktu lama, atau tindakan kekerasan.

Menurut perusahaan, teknologi tersebut saat ini telah diterapkan di sekitar 30 fasilitas komersial dan sekitar 10 stasiun kereta di Tokyo serta Prefektur Kanagawa.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on Teknologi