Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

Teknologi

Inovasi Layar Transparan: Memudahkan Komunikasi untuk Wisatawan dan Penyandang Disabilitas di Jepang

badge-check


					Inovasi Layar Transparan: Memudahkan Komunikasi untuk Wisatawan dan Penyandang Disabilitas di Jepang Perbesar

Sebuah layar transparan diluncurkan untuk membantu pemerintah daerah dan perusahaan dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing dan individu yang sulit mendengar tanpa perlu menggunakan aplikasi smartphone atau perangkat lainnya.

Sistem Cotopat, yang dikembangkan oleh perusahaan elektronik Kyocera Corp., dapat mengubah ucapan menjadi teks yang ditampilkan di layar secara real-time atau menerjemahkan bahasa Jepang ke dalam lima bahasa, termasuk Inggris dan Mandarin.

Layar ini diharapkan akan digunakan di kantor pemerintah daerah dan stasiun kereta untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan mendengar, termasuk lansia, serta wisatawan asing dalam memahami penjelasan yang diberikan di loket pelayanan.

Sistem ini bekerja dengan mengenali suara petugas loket melalui mikrofon, menggunakan kecerdasan buatan untuk menerjemahkan kata-kata tersebut dan menampilkannya di layar. Teks ditampilkan di layar transparan berukuran 18 sentimeter tingginya dan 30 sentimeter lebarnya, yang dipasang pada bahan seperti papan akrilik. Kata-kata ditampilkan dengan cara yang mudah dibaca oleh pemirsa.

Uji coba awal menunjukkan bahwa akurasi pengenalan suara mencapai 96 persen. Berbeda dengan aplikasi transkripsi di smartphone, yang membuat orang cenderung menundukkan kepala, Cotopat memudahkan pemirsa untuk melihat ekspresi wajah dan gerakan mulut petugas loket, sehingga komunikasi menjadi lebih alami, menurut Kyocera.

Uji coba telah dilakukan di 17 fasilitas di seluruh negeri, termasuk Stasiun JR Shinjuku dan Perpustakaan Kota Kamakura. Kyocera menerima umpan balik dari pengguna seperti, “Kami dapat merespons mereka yang kesulitan mendengar tanpa harus mengangkat suara” dan “Tampilan teks membuat percakapan menjadi lebih mudah, bahkan untuk mereka yang tidak mengalami masalah pendengaran.”

Jika nama tempat atau produk dimasukkan sebelumnya ke dalam sistem, Cotopat dapat secara otomatis menyoroti kata-kata tersebut atau menampilkan peta atau gambar terkait saat disebutkan dalam percakapan.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on Teknologi