Menu

Dark Mode
Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

News

Sekolah Dasar di Jepang Bantu Siswa Asing Belajar Bahasa Jepang agar Cepat Beradaptas

badge-check


					Sekolah Dasar di Jepang Bantu Siswa Asing Belajar Bahasa Jepang agar Cepat Beradaptas Perbesar

Sekolah Dasar Shibafuji di Kawaguchi, Prefektur Saitama, Jepang, menghadapi tantangan unik karena lebih dari 40% siswanya adalah anak-anak asing. Untuk membantu mereka beradaptasi, sekolah ini menyelenggarakan program bahasa Jepang intensif, khususnya bagi siswa yang baru tiba dan belum bisa berbahasa Jepang.

Salah satu program andalannya adalah “kursus bertahan hidup” bahasa Jepang, yang berlangsung selama 20 hari dengan empat jam pelajaran setiap hari. Program ini fokus pada frasa-frasa penting yang dibutuhkan di sekolah, seperti “Silakan duduk” atau “Di mana gymnasium?” Setelah menyelesaikan kursus ini, siswa tetap mendapatkan pendampingan melalui “kursus dasar” selama satu hingga lima jam per minggu, tergantung kebutuhan.

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Siswa asing, terutama yang masih kecil, sering kesulitan mengikuti pelajaran reguler karena perbedaan metode belajar. Misalnya, matematika dan menulis di Jepang diajarkan dengan cara yang unik, seperti menghafal tabel perkalian atau menulis huruf kanji. Untuk mengatasi hal ini, sekolah menyediakan staf pendukung yang bisa berbahasa China untuk membantu siswa asing memahami pelajaran.

Kepala Sekolah Tomomi Kato menekankan bahwa sekolah tidak membeda-bedakan siswa berdasarkan kebangsaan. “Kami memperlakukan setiap anak sebagai individu,” katanya. Namun, ia mengakui bahwa upaya ini memberikan beban tambahan bagi guru dan staf.

Tantangan semakin besar karena jumlah siswa asing terus meningkat. Pada Oktober 2024, dewan pendidikan setempat memprediksi bahwa lebih dari 60% siswa kelas satu tahun ajaran 2025 adalah warga asing. Bahkan, angkanya bisa mencapai hampir 70% karena banyak keluarga Jepang memilih sekolah swasta.

Meski demikian, Kato dan timnya berkomitmen untuk terus membantu siswa asing beradaptasi. “Kami akan terus melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan

25 June 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Legendaris! Shinkansen Seri 500 dan Doctor Yellow Akan Pensiun pada 2027

23 June 2026 - 15:10 WIB

Trending on News