Menu

Dark Mode
Resmi! Anime KonoSuba Season 4 Akan Tayang pada 2027 Jepang Perketat Syarat Permanent Residence, Penghasilan dan Kemampuan Bahasa Jadi Penilaian Baru Resmi! UNESCO Tetapkan Situs Asuka-Fujiwara sebagai Warisan Dunia ke-27 Jepang Film Doraemon 2027 Diumumkan, Nobita Akan Bertualang ke London Era Victoria Trailer Perdana Film Live-Action Resident Evil Reboot Resmi Dirilis, Tayang Oktober di Jepang 7 Tahun Teror Suara Bising, Pria di Jepang Ditangkap Setelah Tetangga Alami Insomnia hingga Depresi

Teknologi

Keren! Tim Peneliti dari Kyoto Berhasil Menemukan Cara Mendeteksi Kanker Pankreas dengan Kecerdasan Buatan


					Keren! Tim Peneliti dari Kyoto Berhasil Menemukan Cara Mendeteksi Kanker Pankreas dengan Kecerdasan Buatan Perbesar

Para peneliti di Jepang telah mengembangkan metode baru yang sangat akurat untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker pankreas menggunakan kecerdasan buatan (AI). Kanker ini terkenal sulit dideteksi pada tahap awal dan tidak ada pengobatan yang efektif setelah berkembang, sehingga sering kali berujung fatal.

Tim dari Universitas Kyoto dan perusahaan peralatan medis Arkray Inc. di Kyoto berhasil menciptakan model identifikasi tumor menggunakan pembelajaran mesin otomatis. Menurut Akihisa Fukuda, seorang profesor gastroenterologi di Universitas Kyoto, metode ini memungkinkan deteksi dini kanker pankreas tanpa menyebabkan kerusakan berarti pada tubuh.

Langkah selanjutnya adalah menguji metode ini dalam skala yang lebih luas untuk mendapatkan persetujuan pemerintah, agar teknik ini bisa digunakan di klinik.

Setiap tahun, sekitar 44.000 orang di Jepang didiagnosis menderita kanker pankreas, menjadikannya penyebab kematian akibat kanker keempat pada pria dan ketiga pada wanita. Tingkat kelangsungan hidup meningkat secara signifikan jika tumor terdeteksi pada tahap awal, namun kebanyakan pasien baru terdiagnosis pada tahap lanjut, di mana kanker sudah tidak menunjukkan gejala awal.

Hingga kini, belum ada metode diagnostik yang efektif untuk mendeteksi kanker pankreas pada tahap awal. Tim ini menggunakan microRNA, potongan kecil RNA yang mengatur fungsi genetik, untuk dikombinasikan dengan penanda tumor tradisional dalam menciptakan model diagnostik. Dari lebih dari 2.500 microRNA yang ditemukan dalam darah, 100 jenis yang paling umum dipilih untuk model ini.

Data dikumpulkan dari 93 individu sehat dan 92 pasien kanker pankreas di 17 pusat medis, termasuk Rumah Sakit Universitas Kyoto. Data ini kemudian diproses oleh sistem AI untuk mengembangkan model deteksi kanker yang lebih akurat. Ketika diuji pada 240 pasien tambahan, model ini berhasil mendeteksi hingga 83% kasus kanker pankreas pada tahap 1, dibandingkan dengan hanya 29% menggunakan penanda tumor saja.

Hasil ini menunjukkan bahwa metode AI ini sangat efektif untuk mendeteksi kanker pada tahap paling awal, yang biasanya sulit ditemukan. Pada tahap yang lebih lanjut, tingkat keberhasilan metode ini berkisar antara 93% hingga 97%, dengan tingkat keberhasilan keseluruhan mencapai 90%.

Arkray berencana meluncurkan prototipe metode ini ke pasar untuk penelitian dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on Teknologi