Menu

Dark Mode
Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober Kesalahan Umum Saat Ganti Jalur Kereta di Jepang Film Live-Action Kingdom ke-5 Umumkan Judul dan Jadwal Tayang, Rilis Juli 2026

News

Anak-anak Asing Tanpa Status Tinggal di Jepang Khawatir Masa Depan Kian Sempit Jelang Pemilu

badge-check


					Anak-anak Asing Tanpa Status Tinggal di Jepang Khawatir Masa Depan Kian Sempit Jelang Pemilu Perbesar

Isu kebijakan penerimaan warga asing menjadi salah satu topik panas dalam kampanye pemilu DPR Jepang yang akan digelar Minggu ini. Di tengah perdebatan tersebut, anak-anak asing yang tumbuh besar di Jepang dengan orang tua tanpa status tinggal resmi mengaku semakin takut akan masa depan mereka — termasuk seorang siswi SMA keturunan Nigeria.

Menggunakan nama samaran Emma, siswi kelas tiga SMA itu mengenang peristiwa ketika seorang temannya bertanya, “Kamu penduduk ilegal ya?” — ucapan yang membuatnya terkejut dan terpukul.

Emma mengatakan ia merasakan meningkatnya anggapan di sekitarnya bahwa “orang asing tanpa izin tinggal itu buruk”, seiring sikap keras pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa mengusung slogan “nol penduduk ilegal”, sementara sejumlah partai lain juga menyerukan pengetatan kebijakan terhadap warga asing dalam kampanye pemilu DPR.

“Aku tidak pernah menyangka akan mendengar kata ‘penduduk ilegal’ dari seorang teman,” kata Emma. “Yang menakutkan, mereka mengucapkannya tanpa niat jahat dan tanpa berpikir panjang.”

Emma datang ke Jepang bersama orang tuanya saat masih duduk di sekolah dasar. Beberapa tahun kemudian, orang tuanya kehilangan status tinggal, dan sejak itu keluarga mereka hidup dengan status pembebasan sementara dari pusat detensi imigrasi.

Karena tidak diizinkan bekerja, keluarga tersebut hanya mampu makan satu hingga dua kali sehari, sering kali berupa mi instan yang dibagikan para pendukung. Emma juga mengungkapkan bahwa beberapa universitas menolak memberinya kesempatan mengikuti ujian masuk setelah ia menjelaskan situasi keluarganya.

Meski demikian, Emma menegaskan bahwa kembali ke Nigeria bukan pilihan realistis baginya, mengingat kondisi keamanan di sana yang masih rawan, dengan suara tembakan kerap terdengar.

Ia mengatakan telah aktif mengikuti kegiatan klub dan acara sekolah di Jepang, dan dulu merasa satu-satunya perbedaan antara dirinya dan teman-temannya hanyalah warna kulit. Namun kini, ia merasakan keputusasaan saat melihat teman-teman sekelasnya dengan cepat menentukan rencana setelah lulus dan dengan antusias membicarakan perjalanan kelulusan.

Nanako Inaba, profesor Universitas Sophia yang ahli dalam isu migrasi, mengatakan banyak negara memberikan status tinggal kepada anak-anak yang telah menetap sejak usia dini dan menempuh pendidikan tinggi, meskipun sentimen anti-imigran juga meningkat di Eropa dan wilayah lain.

“Sekalipun respons kemanusiaan dianggap sulit, setidaknya harus ada pengakuan pragmatis bahwa anak-anak ini bisa menjadi bagian dari tenaga kerja masa depan,” ujarnya. “Kebijakan seharusnya diarahkan untuk mengembangkan potensi mereka, bukan justru menutup peluang hidup mereka.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

13 March 2026 - 10:10 WIB

Rencana Penggunaan Ulang 150 Bus Listrik Expo Osaka Ditunda karena Masalah Keamanan

12 March 2026 - 12:10 WIB

Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

12 March 2026 - 08:18 WIB

Dua Pendaki Asing Jatuh di Gunung Fuji Saat Musim Pendakian Ditutup, Satu Alami Luka Serius

11 March 2026 - 15:10 WIB

JR East Kembangkan Peredam Khusus untuk Kurangi Risiko Kereta Shinkansen Anjlok Saat Gempa

11 March 2026 - 10:10 WIB

Trending on News