Menu

Dark Mode
Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027 Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

News

Anak-anak Asing Tanpa Status Tinggal di Jepang Khawatir Masa Depan Kian Sempit Jelang Pemilu

badge-check


					Anak-anak Asing Tanpa Status Tinggal di Jepang Khawatir Masa Depan Kian Sempit Jelang Pemilu Perbesar

Isu kebijakan penerimaan warga asing menjadi salah satu topik panas dalam kampanye pemilu DPR Jepang yang akan digelar Minggu ini. Di tengah perdebatan tersebut, anak-anak asing yang tumbuh besar di Jepang dengan orang tua tanpa status tinggal resmi mengaku semakin takut akan masa depan mereka — termasuk seorang siswi SMA keturunan Nigeria.

Menggunakan nama samaran Emma, siswi kelas tiga SMA itu mengenang peristiwa ketika seorang temannya bertanya, “Kamu penduduk ilegal ya?” — ucapan yang membuatnya terkejut dan terpukul.

Emma mengatakan ia merasakan meningkatnya anggapan di sekitarnya bahwa “orang asing tanpa izin tinggal itu buruk”, seiring sikap keras pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa mengusung slogan “nol penduduk ilegal”, sementara sejumlah partai lain juga menyerukan pengetatan kebijakan terhadap warga asing dalam kampanye pemilu DPR.

“Aku tidak pernah menyangka akan mendengar kata ‘penduduk ilegal’ dari seorang teman,” kata Emma. “Yang menakutkan, mereka mengucapkannya tanpa niat jahat dan tanpa berpikir panjang.”

Emma datang ke Jepang bersama orang tuanya saat masih duduk di sekolah dasar. Beberapa tahun kemudian, orang tuanya kehilangan status tinggal, dan sejak itu keluarga mereka hidup dengan status pembebasan sementara dari pusat detensi imigrasi.

Karena tidak diizinkan bekerja, keluarga tersebut hanya mampu makan satu hingga dua kali sehari, sering kali berupa mi instan yang dibagikan para pendukung. Emma juga mengungkapkan bahwa beberapa universitas menolak memberinya kesempatan mengikuti ujian masuk setelah ia menjelaskan situasi keluarganya.

Meski demikian, Emma menegaskan bahwa kembali ke Nigeria bukan pilihan realistis baginya, mengingat kondisi keamanan di sana yang masih rawan, dengan suara tembakan kerap terdengar.

Ia mengatakan telah aktif mengikuti kegiatan klub dan acara sekolah di Jepang, dan dulu merasa satu-satunya perbedaan antara dirinya dan teman-temannya hanyalah warna kulit. Namun kini, ia merasakan keputusasaan saat melihat teman-teman sekelasnya dengan cepat menentukan rencana setelah lulus dan dengan antusias membicarakan perjalanan kelulusan.

Nanako Inaba, profesor Universitas Sophia yang ahli dalam isu migrasi, mengatakan banyak negara memberikan status tinggal kepada anak-anak yang telah menetap sejak usia dini dan menempuh pendidikan tinggi, meskipun sentimen anti-imigran juga meningkat di Eropa dan wilayah lain.

“Sekalipun respons kemanusiaan dianggap sulit, setidaknya harus ada pengakuan pragmatis bahwa anak-anak ini bisa menjadi bagian dari tenaga kerja masa depan,” ujarnya. “Kebijakan seharusnya diarahkan untuk mengembangkan potensi mereka, bukan justru menutup peluang hidup mereka.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

21 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

21 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News