Menu ✖

Dark Mode
Jepang Hentikan Sementara Ujian SIM Berbahasa Vietnam di Chiba, Diduga Soal Bocor Hampir 1.000 Pemegang Visa Bisnis Jepang Tinggalkan Negara Tanpa Izin Masuk Kembali Rusia Gelar Latihan Pengeboman di Pulau Sengketa Dekat Hokkaido, Jepang Protes Jepang Uji Operasi Kanker Usus dengan Robot yang Dikendalikan dari Jarak Jauh Manga Nue’s Exorcist Resmi Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Disney Imagination, Kapal Pesiar Baru Disney di Jepang yang Siap Berlayar pada 2029

News

Bank Sentral Jepang Naikan Suku Bunga, Yen Diprediksi Kuat Tahun Ini

badge-check


					Bank Sentral Jepang Naikan Suku Bunga, Yen Diprediksi Kuat Tahun Ini Perbesar

Bank of Japan (BoJ) dengan kebijakan suku bunga yang ketat telah mendorong penguatan signifikan Yen Jepang (JPY) terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Data TradingEconomics per 7 Februari 2025 menunjukkan JPY menguat sekitar 2,39% dalam sepekan terakhir, menjadikannya yang terkuat di antara mata uang Asia.

Sementara itu, mata uang lain di Asia mencatat kenaikan tipis, antara lain Ringgit Malaysia (0,33%), Dolar Singapura (0,17%), Won Korea (0,18%), Chinese Yuan (0,25%), dan Rupiah Indonesia (0,36%). Menurut Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, pergerakan ini dipengaruhi oleh kebijakan moneter masing-masing negara. Kebijakan hawkish BoJ, yang baru-baru ini menaikkan suku bunga dari 0,25% menjadi 0,5% pada 24 Januari 2025, mendorong penguatan JPY.

Fikri juga memprediksi bahwa BoJ kemungkinan akan mengerek suku bunga satu atau dua kali lagi pada tahun 2025, mengingat tekanan inflasi dan kekurangan tenaga kerja. Dengan demikian, JPY diperkirakan akan menguat lebih lanjut hingga mencapai level 144-146 per dolar AS.

Di sisi lain, negara-negara Asia yang menerapkan kebijakan dovish menunjukkan penguatan yang lebih moderat. Selain itu, Fikri menyebut bahwa mata uang Sri Lanka, Pakistan, dan India berpotensi menguat seiring dengan pemulihan ekonomi mereka. Sementara itu, Chinese Yuan diharapkan tetap stabil untuk mendukung ambisinya sebagai mata uang pilihan BRICS, dan Rupiah Indonesia diperkirakan akan stabil di kisaran Rp16.250 – Rp16.350 per dolar AS, didukung oleh penurunan risiko tarif dan masuknya aliran modal asing.

Selain itu, kebijakan pelonggaran oleh Federal Reserve AS dan penundaan tarif impor turut memberikan dampak positif pada nilai tukar mata uang Asia yang terdampak perang dagang.

Sc : kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Hentikan Sementara Ujian SIM Berbahasa Vietnam di Chiba, Diduga Soal Bocor

16 October 2026 - 12:10 WIB

Hampir 1.000 Pemegang Visa Bisnis Jepang Tinggalkan Negara Tanpa Izin Masuk Kembali

16 October 2026 - 10:10 WIB

Rusia Gelar Latihan Pengeboman di Pulau Sengketa Dekat Hokkaido, Jepang Protes

16 October 2026 - 10:10 WIB

Disney Imagination, Kapal Pesiar Baru Disney di Jepang yang Siap Berlayar pada 2029

15 October 2026 - 10:10 WIB

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Trending on News