Menu

Dark Mode
Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober

Teknologi

Bus Tanpa Sopir Diuji di Tokyo, Solusi Krisis Transportasi di Jepang?

badge-check


					Bus Tanpa Sopir Diuji di Tokyo, Solusi Krisis Transportasi di Jepang? Perbesar

Pada suatu hari musim dingin, sebuah bus melaju melewati persimpangan di Tokyo dengan kecepatan 30 km/jam. Bus itu berbelok dengan mulus, meskipun tidak ada seorang pun yang mengemudikannya—hanya seorang staf duduk di kursi sopir untuk berjaga-jaga.

Bus tanpa sopir ini dilengkapi dengan data peta yang telah dimuat sebelumnya, tujuh kamera, dan 14 sensor. Dalam uji coba yang dilakukan pada Desember lalu, kendaraan ini menempuh rute sepanjang 4,1 kilometer antara Stasiun Odakyu Izumi-Tamagawa dan kompleks perumahan Tamagawa Jutaku di Kota Komae.

Bus ini menggunakan teknologi otonom Level 4, yang memungkinkan kendaraan beroperasi secara otomatis dalam kondisi tertentu. Sebagai perbandingan, kendaraan Level 1 masih memerlukan pengemudi, sementara Level 5 sepenuhnya otomatis tanpa intervensi manusia.

Solusi Krisis Sopir Bus di Jepang

Uji coba ini merupakan bagian dari proyek kerja sama antara Kota Komae dan Nippon Telegraph and Telephone East Corp. (NTT East) sebagai respons terhadap penurunan layanan bus di Jepang akibat kekurangan pengemudi.

Beberapa layanan bus komunitas di Tokyo, seperti di Distrik Arakawa dan Adachi, akan dihentikan sebagian pada akhir Maret. Keio Bus juga berencana mengurangi operasional rute antara Stasiun Seiseki-Sakuragaoka dan JR Sagamihara karena minimnya jumlah sopir serta turunnya jumlah penumpang sejak pandemi COVID-19.

Menurut survei Teikoku Databank tahun 2023, sekitar 80 persen perusahaan bus swasta di Jepang mengurangi atau menghentikan rute mereka tahun lalu.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Jepang menargetkan pengoperasian layanan transportasi otomatis di 50 lokasi pada tahun fiskal 2025 dan lebih dari 100 lokasi pada 2027.

Tantangan dan Prospek Bus Tanpa Sopir

Meskipun menjanjikan, masih ada tantangan besar dalam penerapan bus tanpa sopir, seperti risiko kecelakaan di jalanan sibuk, biaya tinggi yang mencapai lebih dari 100 juta yen (sekitar Rp10 miliar) per unit, serta kurangnya tenaga mekanik yang terlatih untuk merawat kendaraan ini.

Namun, seiring meningkatnya uji coba kendaraan Level 4 dan dukungan infrastruktur seperti pemasangan sensor di lampu lalu lintas, bus tanpa sopir diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi krisis transportasi Jepang dalam beberapa tahun mendatang.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan

25 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi