Menu

Dark Mode
Girl Group Philosophy no Dance Akan Mengakhiri Aktivitas dengan Konser Terakhir pada Juni Bahasa Jepang yang Sering Disalahartikan Orang Indonesia Manga Firefly Wedding Tamat, Akan Hadir Cerita Spinoff Mulai Februari Jumlah Penumpang dari Bandara Osaka ke China Anjlok Hampir 50 Persen Saat Libur Tahun Baru Budaya Tepat Waktu di Jepang: Mengapa Terlambat 1 Menit Bisa Dianggap Serius Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Aksi Penindakan Demonstrasi

Bahasa Jepang

Ga Bisa Bahasa Jepang dan Ingin Berkunjung ke Sana? Inilah Bahasa Tubuh yang Bisa Kamu Gunakan

badge-check


					Ga Bisa Bahasa Jepang dan Ingin Berkunjung ke Sana? Inilah Bahasa Tubuh yang Bisa Kamu Gunakan Perbesar

Bahasa Jepang tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga lewat bahasa tubuh yang halus dan penuh makna. Bagi para wisatawan atau mereka yang ingin memahami budaya Jepang lebih dalam, memahami bahasa tubuh ini bisa sangat berguna untuk berkomunikasi tanpa harus berbicara banyak.

1. Membungkuk (Ojigi)

Membungkuk adalah cara utama orang Jepang menunjukkan rasa hormat, terima kasih, dan permintaan maaf. Tingkat kemiringan tubuh saat membungkuk menunjukkan tingkat penghormatan yang diberikan:

  • 15°: Membungkuk singkat untuk sapaan sehari-hari.
  • 30°: Membungkuk formal untuk berterima kasih atau meminta maaf.
  • 45°: Membungkuk dalam tanda penghormatan atau permintaan maaf yang sangat dalam.

2. Melambaikan Tangan di Depan Wajah

Saat seseorang di Jepang melambaikan tangan secara horizontal di depan wajah mereka, itu berarti “tidak” atau “tidak perlu.” Ini adalah gerakan umum untuk menolak tawaran atau menghindari sesuatu tanpa perlu bicara, dan gerakan ini biasanya disertai dengan senyum untuk tetap menjaga kesopanan.

3. Tangan di Depan Mulut saat Tertawa

Seringkali, orang Jepang menutup mulut mereka ketika tertawa, terutama wanita. Hal ini dilakukan karena dalam budaya Jepang, memperlihatkan mulut yang terbuka lebar dianggap kurang sopan atau elegan. Ini adalah cara yang halus untuk mengekspresikan kesopanan saat tertawa.

4. Gerakan Menunjuk Diri dengan Jari Telunjuk ke Hidung

Ketika seseorang menunjuk dirinya sendiri, orang Jepang sering kali tidak menunjuk dada seperti kebanyakan orang di negara lain, tetapi menunjuk ke hidung mereka. Ini adalah cara khas mereka menunjukkan bahwa mereka sedang berbicara tentang diri sendiri.

5. Menggaruk Kepala atau Leher dengan Canggung

Jika seseorang di Jepang merasa malu atau canggung, mereka sering kali menggaruk kepala atau lehernya. Ini bisa muncul saat seseorang tidak tahu bagaimana menanggapi suatu situasi, bingung, atau merasa perlu meminta maaf dalam situasi yang ringan.

6. Melipat Tangan di Depan Badan (Seiza) untuk Memohon Maaf

Dalam situasi yang sangat formal atau serius, terutama saat meminta maaf, orang Jepang sering kali duduk dalam posisi “seiza” (duduk di lantai dengan kaki dilipat di bawah) dan menundukkan kepala. Ini adalah cara yang sangat formal dan menunjukkan penyesalan yang mendalam.

7. Memegang Kedua Tangan di Depan Dada

Saat berterima kasih atau meminta sesuatu dengan hormat, memegang kedua tangan di depan dada adalah cara untuk menunjukkan rasa terima kasih atau permintaan dengan lebih dalam. Biasanya ini dilakukan saat seseorang meminta bantuan atau mengucapkan terima kasih yang tulus.

8. Isyarat Jari dengan Menggunakan Lingkaran O dan X

Orang Jepang sering menggunakan simbol jari untuk menyampaikan “ya” atau “tidak.” Menggunakan kedua tangan membentuk lingkaran menandakan “ya” atau “setuju,” sementara membentuk tanda X berarti “tidak” atau “tidak setuju.”

9. Menggerakkan Tangan ke Atas saat Bersandar di Kepala

Saat seseorang bersandar dengan tangan di kepala atau di belakang leher, ini sering kali menunjukkan kebingungan atau keraguan. Dalam situasi yang lebih kasual, ini juga bisa menjadi gerakan untuk memperlihatkan rasa santai atau sedang memikirkan sesuatu.

Bahasa tubuh orang Jepang bisa menjadi petunjuk halus namun efektif untuk berkomunikasi secara lebih mendalam. Dengan memahami bahasa tubuh ini, wisatawan akan lebih mudah berinteraksi tanpa perlu selalu mengandalkan kata-kata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bahasa Jepang yang Sering Disalahartikan Orang Indonesia

14 January 2026 - 15:30 WIB

Budaya Tepat Waktu di Jepang: Mengapa Terlambat 1 Menit Bisa Dianggap Serius

14 January 2026 - 12:30 WIB

Kata Jepang untuk Situasi “Ya Udah Lah”

13 January 2026 - 18:30 WIB

Bahasa Jepang Kasual vs Formal dalam Situasi Nyata

12 January 2026 - 18:30 WIB

Ungkapan Jepang Khas Chat & Internet yang Sering Dipakai

10 January 2026 - 19:30 WIB

Trending on Bahasa Jepang