Menu

Dark Mode
Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan Layanan Kirim Uang Ilegal dengan Nilai Transaksi 1 Miliar Yen Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis Anime Snowball Earth Dipastikan Berlanjut ke Season 2, Trailer Perdana Resmi Dirilis Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

News

Honda Hapus Batas Usia Pensiun dan Sistem Senioritas: Fokus pada Kompetensi dan Teknologi Baru

badge-check


					Honda Hapus Batas Usia Pensiun dan Sistem Senioritas: Fokus pada Kompetensi dan Teknologi Baru Perbesar

Honda Motor Co. mengumumkan reformasi besar dalam sistem kepegawaian, termasuk menghapus batas usia pensiun bagi karyawan berkeahlian tinggi dan sistem senioritas bagi eksekutif. Langkah ini, menurut Wakil Presiden Eksekutif Noriya Kaihara, akan mendukung inovasi dan daya saing di era kendaraan listrik (EV).

Transformasi Sistem Berbasis Merit

Mulai Juni, Honda akan menggantikan sistem senioritas dengan sistem berbasis merit secara menyeluruh. Selain itu, perusahaan akan menaikkan gaji eksekutif, dengan kenaikan tahunan sebesar 2 juta hingga 3 juta yen (sekitar Rp 190 juta hingga Rp 290 juta) untuk manajer departemen.

Langkah ini bertujuan menarik talenta di bidang baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan perangkat lunak, yang semakin penting karena kendaraan menjadi lebih canggih dan elektrifikasi meningkat.

“Memiliki kemampuan menguasai semua teknologi utama sendiri adalah kunci untuk memenangkan pasar EV dan meningkatkan daya saing,” kata Kaihara.

Batas Usia Pensiun Tidak Lagi Wajib

Honda juga akan mulai menghapus batas usia pensiun bagi sebagian karyawan, yang saat ini berkisar antara 60 hingga 65 tahun. Dalam sistem baru, karyawan dengan keahlian teknis atau spesialisasi tinggi dapat terus bekerja melewati usia 65 tahun.

Meski kendaraan berbahan bakar bensin diperkirakan menurun akibat meningkatnya kendaraan listrik, Kaihara menekankan pentingnya mempertahankan teknologi yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun.

“Kendaraan berbahan bakar bensin tidak akan sepenuhnya hilang. Ada teknologi yang tetap perlu dipertahankan,” tambahnya.

Integrasi Bisnis dengan Nissan Tidak Memengaruhi Reformasi

Honda dan Nissan Motor Co. sedang membahas rencana integrasi bisnis di bawah perusahaan induk bersama. Namun, Kaihara menegaskan bahwa reformasi sistem kepegawaian Honda tidak akan terpengaruh oleh diskusi tersebut.

“Terlepas dari integrasi bisnis, Honda tidak memiliki niat untuk mengubah pendekatan saat ini dalam sistem kepegawaian,” tegasnya.

Dengan reformasi ini, Honda menunjukkan komitmennya untuk bersaing di masa depan dengan mempertahankan talenta terbaik dan terus berinovasi di tengah transisi menuju kendaraan listrik

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan

29 June 2026 - 12:10 WIB

Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan Layanan Kirim Uang Ilegal dengan Nilai Transaksi 1 Miliar Yen

29 June 2026 - 11:10 WIB

Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar

29 June 2026 - 10:10 WIB

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News