Menu

Dark Mode
Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday Nintendo & Illumination Siapkan Film Animasi Misterius Baru, Tayang 2028! Berserk of Gluttony Season 2 Resmi Diumumkan! Fate & Roxy Kembali Beraksi Robot Legendaris Honda P2 Raih Penghargaan Dunia, Pelopor Gerakan Robot Mirip Manusia

News

Investor Muda Jepang Serbu Investasi Global Lewat Program NISA Bebas Pajak

badge-check


					FILE PHOTO: A passerby is reflected on an electronic screen displaying a graph showing recent Japan's Nikkei share average movements and stock prices as the share average hits a record high in Tokyo, Japan February 26, 2024.  REUTERS/Issei Kato/File Photo Perbesar

FILE PHOTO: A passerby is reflected on an electronic screen displaying a graph showing recent Japan's Nikkei share average movements and stock prices as the share average hits a record high in Tokyo, Japan February 26, 2024. REUTERS/Issei Kato/File Photo

Investor kecil di Jepang kini berbondong-bondong berinvestasi pada reksa dana berbasis saham luar negeri melalui program bebas pajak NISA, yang diluncurkan kembali pada Januari 2024. Berdasarkan survei Asahi Shimbun, lima reksa dana teratas yang berpatokan pada indeks saham global dan AS mencatatkan investasi sebesar 4 triliun yen, atau sekitar 33 persen dari total 11,8 triliun yen (Rp 1.231 triliun) yang diinvestasikan selama 11 bulan pertama tahun lalu.

Program NISA, singkatan dari Nippon Individual Savings Account, memungkinkan investor individu mengakses investasi bebas pajak, termasuk reksa dana dan saham. Dalam versi terbarunya, program ini terdiri dari dua kategori utama:

  1. Tsumitate Quota: Berfokus pada investasi bulanan di sekitar 300 reksa dana.
  2. Growth Quota: Memungkinkan pembelian saham, reksa dana, ETF, dan REIT dengan total lebih dari 2.300 pilihan.

Produk populer seperti seri eMAXIS Slim dari Mitsubishi UFJ Asset Management Co. mendominasi investasi, dengan dua produknya menarik dana lebih dari 3,3 triliun yen. Produk ini dirancang untuk mengikuti kinerja indeks saham global dan indeks S&P 500, yang mencatat kenaikan hampir 60 persen selama empat tahun terakhir, mengungguli indeks Nikkei 225 Jepang yang naik sekitar 40 persen pada periode yang sama.

Data dari tujuh perusahaan sekuritas menunjukkan bahwa investor berusia remaja hingga 40-an lebih cenderung memilih reksa dana berbasis saham luar negeri. Tren ini mencerminkan minat terhadap aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, meskipun nilai aset tersebut rentan terhadap fluktuasi nilai tukar yen.

Melalui program NISA, warga Jepang berusia 18 tahun ke atas dapat berinvestasi hingga 3,6 juta yen (sekitar Rp 375 juta) per tahun dengan total maksimal 18 juta yen (sekitar Rp 1,875 miliar) yang dibebaskan dari pajak secara permanen.

Langkah ini menandai strategi baru pemerintah Jepang dalam mendorong partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam investasi global untuk mendiversifikasi portofolio mereka dan meraih keuntungan lebih besar di pasar internasional.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

29 April 2026 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

29 April 2026 - 14:12 WIB

PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday

29 April 2026 - 13:36 WIB

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 1.400 Petugas Dikerahkan dan Ribuan Warga Dievakuasi

28 April 2026 - 18:10 WIB

Startup Jepang Ajukan Obat Baru untuk Penyakit Ginjal Kronis pada Kucing

28 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News