Menu

Dark Mode
Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus Film Crayon Shin-chan Terbaru Bertema Dunia Yokai, Dua Member FRUITS ZIPPER Ikut Jadi Pengisi Suara

News

Jepang Akan Terapkan Sistem Bantuan Komprehensif untuk Korban Kejahatan Serius Mulai 2026

badge-check


					Jepang Akan Terapkan Sistem Bantuan Komprehensif untuk Korban Kejahatan Serius Mulai 2026 Perbesar

Pemerintah Jepang pada Jumat resmi memutuskan untuk memulai sistem baru yang memberikan dukungan menyeluruh bagi korban kejahatan serius maupun keluarga korban yang ditinggalkan, mulai 13 Januari 2026. Tanggal pelaksanaan ini ditetapkan melalui undang-undang revisi yang disetujui dalam rapat kabinet.

Melalui sistem bantuan ini, korban kejahatan yang diperkirakan mengalami kesulitan hidup dapat memperoleh dukungan hukum dari pengacara yang diperkenalkan oleh Japan Legal Support Center (Houterasu). Para pengacara akan membantu mengurus laporan kerugian, pengaduan pidana, negosiasi penyelesaian, hingga menuntut ganti rugi di pengadilan.

Pemerintah berencana memberikan bantuan gratis kepada pemohon dengan aset tidak lebih dari 3 juta yen (sekitar Rp315 juta).

Undang-undang dukungan hukum komprehensif yang direvisi pada April 2024 menetapkan bahwa korban tindak pidana fatal, seperti pembunuhan, kekerasan seksual, serta kematian akibat mengemudi berbahaya, akan tercakup dalam sistem baru ini.

Dalam rapat kabinet tersebut, pemerintah juga mengadopsi peraturan yang memungkinkan pemberian bantuan serupa kepada korban yang mengalami cedera akibat tindak kriminal yang disengaja, termasuk perampokan dan mengemudi ugal-ugalan, apabila membutuhkan waktu pemulihan lebih dari tiga bulan atau memenuhi syarat untuk menerima tunjangan disabilitas.

Selama ini, korban maupun keluarga korban sering kewalahan menghadapi wawancara polisi dan negosiasi dengan pelaku, bahkan hingga kehilangan penghasilan sehingga tidak mampu menyewa pengacara. Meski Houterasu memiliki program sementara untuk menanggung biaya pengacara, cakupannya masih terbatas.

Menurut para ahli, pemerintah Jepang semakin didesak untuk meningkatkan dukungan publik bagi masyarakat yang terdampak kejahatan serius.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Legendaris! Shinkansen Seri 500 dan Doctor Yellow Akan Pensiun pada 2027

23 June 2026 - 15:10 WIB

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

23 June 2026 - 11:10 WIB

Trending on News