Menu

Dark Mode
AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam Manga Sins of Kujo Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang Januari 2027 Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari Bandai Namco Umumkan Remaster Super Robot Wars Z II: Hakai-hen Survey : Orang Indonesia Ternyata Termasuk salah Satu Paling Banyak Makan Nasi Saat Berada di Jepang WNI di Kumamoto Saling Bantu dengan Warga Jepang Usai Gempa, Bertahan di Pengungsian Tanpa Listrik dan Air

News

Kyoto Perkuat Sistem Informasi Bencana untuk Wisatawan Asing Hadapi Darurat

badge-check


					Kyoto Perkuat Sistem Informasi Bencana untuk Wisatawan Asing Hadapi Darurat Perbesar

Menyambut lonjakan wisatawan asing, pemerintah Kyoto menyiapkan strategi komunikasi darurat berbasis pembelajaran dari gempa besar 2011. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kebingungan wisatawan akibat hambatan bahasa saat bencana.

Pada 2023, Kyoto mencatat rekor 75,18 juta pengunjung, dengan wisatawan asing meningkat 40% dibanding 2019 (sebelum pandemi). Namun, proyeksi 2012 menunjukkan 130.000 turis berpotensi terisolasi saat bencana—angka yang diperkirakan lebih besar kini.

Strategi Evakuasi: Dari Stasiun Kyoto ke Shelter Temporer

Stasiun Kyoto, pusat transit Shinkansen dan JR, akan menjadi titik kumpul alami wisatawan saat gempa. Rencana darurat mencakup:

  • Pusat Evakuasi: 124 lokasi (termasuk kuil dan hotel) siap menjadi tempat penampungan darurat.
  • Shelter Sementara: 50 fasilitas seperti hotel menyediakan ruang istirahat dan informasi.

Pendekatan Multibahasa untuk Komunikasi Cepat

  • Panduan Digital: Situs web pemda menyediakan informasi bencana dalam 5 bahasa (Jepang, Inggris, Mandarin, Korea) dengan QR code di 300 titik strategis.
  • Kemitraan Lokal: 22 organisasi (seperti kawasan perbelanjaan) membantu menyebarkan informasi.
  • Fisik & Digital: Brosur ber-QR code akan dibagikan ke penginapan, mengarahkan ke Kyoto Crisis Management Website.

Pemerintah mengakui sistem saat ini belum memadai. “Yang terpenting adalah kecepatan dan akurasi informasi,” tegas perwakilan pemda Kyoto. Upaya seperti pelatihan mitra lokal dan pengembangan platform multibahasa terus dilakukan.

Dengan langkah ini, Kyoto berharap bisa melindungi puluhan juta wisatawan sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai destinasi yang aman dan siap bencana.

Sc : asahi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

3 August 2026 - 17:10 WIB

Manga Sins of Kujo Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang Januari 2027

3 August 2026 - 16:10 WIB

Survey : Orang Indonesia Ternyata Termasuk salah Satu Paling Banyak Makan Nasi Saat Berada di Jepang

3 August 2026 - 10:10 WIB

WNI di Kumamoto Saling Bantu dengan Warga Jepang Usai Gempa, Bertahan di Pengungsian Tanpa Listrik dan Air

1 August 2026 - 14:27 WIB

Kereta Shinkansen Baru Buatan Jepang Resmi Dikirim ke Taiwan, Siap Beroperasi pada 2027

31 July 2026 - 16:10 WIB

Trending on News