Menu ✖

Dark Mode
Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan Game Attack on Titan 3 Rilis Desember 2026, Hadirkan Cerita Anime dari Awal hingga Akhir Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

News

Kyoto Perkuat Sistem Informasi Bencana untuk Wisatawan Asing Hadapi Darurat

badge-check


					Kyoto Perkuat Sistem Informasi Bencana untuk Wisatawan Asing Hadapi Darurat Perbesar

Menyambut lonjakan wisatawan asing, pemerintah Kyoto menyiapkan strategi komunikasi darurat berbasis pembelajaran dari gempa besar 2011. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kebingungan wisatawan akibat hambatan bahasa saat bencana.

Pada 2023, Kyoto mencatat rekor 75,18 juta pengunjung, dengan wisatawan asing meningkat 40% dibanding 2019 (sebelum pandemi). Namun, proyeksi 2012 menunjukkan 130.000 turis berpotensi terisolasi saat bencana—angka yang diperkirakan lebih besar kini.

Strategi Evakuasi: Dari Stasiun Kyoto ke Shelter Temporer

Stasiun Kyoto, pusat transit Shinkansen dan JR, akan menjadi titik kumpul alami wisatawan saat gempa. Rencana darurat mencakup:

  • Pusat Evakuasi: 124 lokasi (termasuk kuil dan hotel) siap menjadi tempat penampungan darurat.
  • Shelter Sementara: 50 fasilitas seperti hotel menyediakan ruang istirahat dan informasi.

Pendekatan Multibahasa untuk Komunikasi Cepat

  • Panduan Digital: Situs web pemda menyediakan informasi bencana dalam 5 bahasa (Jepang, Inggris, Mandarin, Korea) dengan QR code di 300 titik strategis.
  • Kemitraan Lokal: 22 organisasi (seperti kawasan perbelanjaan) membantu menyebarkan informasi.
  • Fisik & Digital: Brosur ber-QR code akan dibagikan ke penginapan, mengarahkan ke Kyoto Crisis Management Website.

Pemerintah mengakui sistem saat ini belum memadai. “Yang terpenting adalah kecepatan dan akurasi informasi,” tegas perwakilan pemda Kyoto. Upaya seperti pelatihan mitra lokal dan pengembangan platform multibahasa terus dilakukan.

Dengan langkah ini, Kyoto berharap bisa melindungi puluhan juta wisatawan sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai destinasi yang aman dan siap bencana.

Sc : asahi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan

3 November 2026 - 10:10 WIB

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang

2 November 2026 - 11:10 WIB

Trending on News