Menu

Dark Mode
Film Kompilasi Gintama Arc Yoshiwara Bakal Tayang di Netflix Mulai 27 Agustus Gitaris Pendukung BanG Dream! dan KanColle, Mei Nekozuki, Meninggal Dunia Tren Wisata Akar Keluarga Meningkat, Keturunan Jepang dari Luar Negeri Ramai Datangi Jepang PM Jepang Sanae Takaichi Akui Hanya Tidur 0–3 Jam Sehari, Tuai Pro dan Kontra Jepang Akan Membentuk Panel Ahli untuk Tinjau Aturan Penerimaan Warga Asing Resmi! Film Doraemon 2027 Berjudul Nobita’s Steam Time Locomotive, Berlatar London Era Victoria

News

Kyoto Perkuat Sistem Informasi Bencana untuk Wisatawan Asing Hadapi Darurat

badge-check


					Kyoto Perkuat Sistem Informasi Bencana untuk Wisatawan Asing Hadapi Darurat Perbesar

Menyambut lonjakan wisatawan asing, pemerintah Kyoto menyiapkan strategi komunikasi darurat berbasis pembelajaran dari gempa besar 2011. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kebingungan wisatawan akibat hambatan bahasa saat bencana.

Pada 2023, Kyoto mencatat rekor 75,18 juta pengunjung, dengan wisatawan asing meningkat 40% dibanding 2019 (sebelum pandemi). Namun, proyeksi 2012 menunjukkan 130.000 turis berpotensi terisolasi saat bencana—angka yang diperkirakan lebih besar kini.

Strategi Evakuasi: Dari Stasiun Kyoto ke Shelter Temporer

Stasiun Kyoto, pusat transit Shinkansen dan JR, akan menjadi titik kumpul alami wisatawan saat gempa. Rencana darurat mencakup:

  • Pusat Evakuasi: 124 lokasi (termasuk kuil dan hotel) siap menjadi tempat penampungan darurat.
  • Shelter Sementara: 50 fasilitas seperti hotel menyediakan ruang istirahat dan informasi.

Pendekatan Multibahasa untuk Komunikasi Cepat

  • Panduan Digital: Situs web pemda menyediakan informasi bencana dalam 5 bahasa (Jepang, Inggris, Mandarin, Korea) dengan QR code di 300 titik strategis.
  • Kemitraan Lokal: 22 organisasi (seperti kawasan perbelanjaan) membantu menyebarkan informasi.
  • Fisik & Digital: Brosur ber-QR code akan dibagikan ke penginapan, mengarahkan ke Kyoto Crisis Management Website.

Pemerintah mengakui sistem saat ini belum memadai. “Yang terpenting adalah kecepatan dan akurasi informasi,” tegas perwakilan pemda Kyoto. Upaya seperti pelatihan mitra lokal dan pengembangan platform multibahasa terus dilakukan.

Dengan langkah ini, Kyoto berharap bisa melindungi puluhan juta wisatawan sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai destinasi yang aman dan siap bencana.

Sc : asahi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tren Wisata Akar Keluarga Meningkat, Keturunan Jepang dari Luar Negeri Ramai Datangi Jepang

28 July 2026 - 12:10 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Akui Hanya Tidur 0–3 Jam Sehari, Tuai Pro dan Kontra

28 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Perketat Syarat Permanent Residence, Penghasilan dan Kemampuan Bahasa Jadi Penilaian Baru

27 July 2026 - 12:10 WIB

Resmi! UNESCO Tetapkan Situs Asuka-Fujiwara sebagai Warisan Dunia ke-27 Jepang

27 July 2026 - 10:01 WIB

7 Tahun Teror Suara Bising, Pria di Jepang Ditangkap Setelah Tetangga Alami Insomnia hingga Depresi

25 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News