Menu

Dark Mode
Onimusha: Way of the Sword Akan Rilis September, Demo Sudah Bisa Dicoba Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi Jumlah Mahasiswa Asing di Jepang Pecahkan Rekor, Lampaui Target Pemerintah Delapan Tahun Lebih Cepat

News

Lebih dari Separuh Produsen Beras Besar di Jepang Nilai Harga di Toko Terlalu Tinggi

badge-check


					Lebih dari Separuh Produsen Beras Besar di Jepang Nilai Harga di Toko Terlalu Tinggi Perbesar

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh asosiasi perusahaan pertanian di Jepang menunjukkan bahwa lebih dari separuh produsen beras berskala besar merasa harga beras di toko saat ini “terlalu tinggi”, mencerminkan kekhawatiran yang sama dengan para konsumen.

Dalam situasi di mana harga beras telah meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu, sekitar 43,1% responden khawatir konsumen akan berhenti membeli beras karena harganya yang melonjak. Saat ini, harga rata-rata beras mencapai sekitar 4.200 yen (sekitar Rp390.000) per 5 kilogram, mendorong pemerintah mengambil langkah tidak biasa dengan menjual cadangan beras langsung ke pengecer pada akhir Mei untuk menahan harga.

Survei ini dilakukan selama seminggu sejak 12 Mei terhadap 188 perusahaan yang memproduksi beras untuk konsumsi pokok. Hasilnya:

Kepala asosiasi pertanian, Kazushi Saito, menyatakan bahwa harga yang dianggap adil oleh produsen dan konsumen adalah sekitar 3.000 yen per 5 kg.

Namun, upaya mencari titik temu tentang harga wajar ini mungkin tidak mudah. Toru Yamano, pimpinan JA Zenchu (kelompok lobi pertanian kuat di Jepang), menyatakan pada Mei lalu, “Saya tidak merasa harganya terlalu tinggi.”

Selain harga, kekhawatiran lain yang diungkap para produsen dalam pertanyaan multi-pilihan mencakup:

  • 77,1% khawatir tentang mahalnya biaya pembelian mesin dan fasilitas pertanian

  • 55,3% takut harga beras anjlok akibat kelebihan produksi

Kondisi ini mencerminkan tantangan besar di tengah inflasi pangan Jepang: menjaga keseimbangan antara keuntungan produsen dan keterjangkauan bagi konsumen.

Sc ; Kyodonews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

3 June 2026 - 16:10 WIB

WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen

3 June 2026 - 15:10 WIB

Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

3 June 2026 - 12:10 WIB

Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi

3 June 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Mahasiswa Asing di Jepang Pecahkan Rekor, Lampaui Target Pemerintah Delapan Tahun Lebih Cepat

2 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on News