Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

Meski Angka Pernikahan Naik, Jumlah Kelahiran di Jepang pada 2024 Tetap Cetak Rekor Terendah

badge-check


					Meski Angka Pernikahan Naik, Jumlah Kelahiran di Jepang pada 2024 Tetap Cetak Rekor Terendah Perbesar

Jepang kembali mencatat penurunan jumlah kelahiran pada tahun 2024, dengan hanya 720.988 bayi lahir sepanjang tahun, turun 5 persen dari tahun sebelumnya. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan yang dirilis Kamis (15/2) menunjukkan bahwa angka ini menjadi rekor terendah selama sembilan tahun berturut-turut.

Penurunan kelahiran ini terjadi di seluruh 47 prefektur Jepang, bahkan lebih cepat dari perkiraan pemerintah.

Sementara itu, jumlah kematian di Jepang pada 2024 mencapai 1.618.684 orang, meningkat 28.181 dari tahun sebelumnya. Ini menyebabkan penurunan alami populasi sebesar 897.696 orang, angka tertinggi yang pernah tercatat.

Meski jumlah pernikahan mengalami kenaikan 10.718 pasangan dibanding 2023, dengan total 499.999 pasangan, angka ini masih jauh lebih rendah dibanding dekade-dekade sebelumnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, jumlah bayi yang lahir dari pasangan berkewarganegaraan Jepang saja—yang datanya akan dirilis Juni nanti—diperkirakan turun di bawah 700.000 untuk pertama kalinya. Padahal, Lembaga Nasional Riset Kependudukan dan Jaminan Sosial sebelumnya memprediksi angka ini baru akan terjadi pada 2038.

Dengan tren ini, Jepang menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan populasinya dan menghindari dampak besar terhadap ekonomi dan sistem kesejahteraan sosial di masa depan.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News