Menu

Dark Mode
Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober

News

Meski Angka Pernikahan Naik, Jumlah Kelahiran di Jepang pada 2024 Tetap Cetak Rekor Terendah

badge-check


					Meski Angka Pernikahan Naik, Jumlah Kelahiran di Jepang pada 2024 Tetap Cetak Rekor Terendah Perbesar

Jepang kembali mencatat penurunan jumlah kelahiran pada tahun 2024, dengan hanya 720.988 bayi lahir sepanjang tahun, turun 5 persen dari tahun sebelumnya. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan yang dirilis Kamis (15/2) menunjukkan bahwa angka ini menjadi rekor terendah selama sembilan tahun berturut-turut.

Penurunan kelahiran ini terjadi di seluruh 47 prefektur Jepang, bahkan lebih cepat dari perkiraan pemerintah.

Sementara itu, jumlah kematian di Jepang pada 2024 mencapai 1.618.684 orang, meningkat 28.181 dari tahun sebelumnya. Ini menyebabkan penurunan alami populasi sebesar 897.696 orang, angka tertinggi yang pernah tercatat.

Meski jumlah pernikahan mengalami kenaikan 10.718 pasangan dibanding 2023, dengan total 499.999 pasangan, angka ini masih jauh lebih rendah dibanding dekade-dekade sebelumnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, jumlah bayi yang lahir dari pasangan berkewarganegaraan Jepang saja—yang datanya akan dirilis Juni nanti—diperkirakan turun di bawah 700.000 untuk pertama kalinya. Padahal, Lembaga Nasional Riset Kependudukan dan Jaminan Sosial sebelumnya memprediksi angka ini baru akan terjadi pada 2038.

Dengan tren ini, Jepang menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan populasinya dan menghindari dampak besar terhadap ekonomi dan sistem kesejahteraan sosial di masa depan.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret

13 March 2026 - 21:08 WIB

Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik

13 March 2026 - 18:00 WIB

Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

13 March 2026 - 10:10 WIB

Rencana Penggunaan Ulang 150 Bus Listrik Expo Osaka Ditunda karena Masalah Keamanan

12 March 2026 - 12:10 WIB

Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

12 March 2026 - 08:18 WIB

Trending on News