Menu

Dark Mode
Menang Telak di Pemilu, PM Jepang Sanae Takaichi Balas Ucapan Selamat dari Donald Trump dan Pemimpin Dunia Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang Sony Resmi Tinggalkan Pasar Blu-ray Recorder, Streaming Jadi Penentu Zaman Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

News

Osaka Larang Merokok di Jalanan Umum Jelang World Expo 2025

badge-check


					Osaka Larang Merokok di Jalanan Umum Jelang World Expo 2025 Perbesar

Kota Osaka, Jepang resmi menerapkan larangan merokok di jalanan umum mulai hari Senin, sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi pengunjung menjelang World Expo 2025, yang akan dimulai pada bulan April.

Upaya Menciptakan Lingkungan Bebas Asap

Sebelumnya, larangan merokok hanya berlaku di enam zona tertentu, termasuk di sekitar Stasiun Osaka. Namun, mulai sekarang, aturan ini diperluas ke seluruh wilayah kota. Bagi pelanggar, akan dikenakan denda sebesar 1.000 yen.

Wali Kota Osaka, Hideyuki Yokoyama, menyampaikan, “Kami ingin menyambut banyak orang dari seluruh dunia dengan menjadikan Osaka sebagai kota yang aman dan bebas dari asap rokok.”

Selain itu, mulai April 2025, daerah Osaka akan melarang merokok di tempat makan dengan luas lebih dari 30 meter persegi, kecuali di ruang khusus merokok.

Aturan nasional di Jepang saat ini melarang merokok di tempat makan dengan luas lebih dari 100 meter persegi. Namun, implementasi aturan ketat sering kali mendapat penolakan dari beberapa anggota parlemen.

World Expo 2025 akan diikuti oleh sekitar 160 negara dan wilayah serta diharapkan menarik pengunjung dari seluruh dunia. Namun, hingga awal Januari, baru sekitar 7,5 juta tiket yang terjual, hanya setengah dari target yang diharapkan oleh penyelenggara.

Selain penjualan tiket, ada juga kekhawatiran terkait anggaran konstruksi untuk acara besar yang akan berlangsung selama enam bulan tersebut.

Sejalan dengan tren global, jumlah perokok di Jepang terus menurun. Pada tahun 2023, jumlah perokok tercatat hanya sekitar 15,7 persen dari total populasi.

Meski demikian, industri tembakau tetap menjadi sumber pendapatan utama, dengan pajak rokok yang menyumbang sekitar dua triliun yen setiap tahunnya. Bahkan, pemerintah Jepang memiliki saham sepertiga di perusahaan Japan Tobacco, salah satu perusahaan tembakau terbesar di dunia.

Langkah Osaka untuk menerapkan larangan merokok mencerminkan persiapan kota ini menjelang Expo 2025. Kebijakan ini juga mengikuti jejak Tokyo, yang melarang merokok di seluruh restoran sejak tahun 2018 untuk menyambut Olimpiade.

Dengan upaya ini, Osaka berharap bisa memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan ramah bagi pengunjung dari seluruh dunia.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menang Telak di Pemilu, PM Jepang Sanae Takaichi Balas Ucapan Selamat dari Donald Trump dan Pemimpin Dunia

11 February 2026 - 13:10 WIB

Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang

11 February 2026 - 12:10 WIB

Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan

11 February 2026 - 10:10 WIB

Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China

10 February 2026 - 19:10 WIB

Gaji Riil Pekerja Jepang Terus Turun Sepanjang 2025, Inflasi Jadi Ujian Awal Pemerintahan Sanae Takaichi

10 February 2026 - 17:10 WIB

Trending on News