Menu

Dark Mode
Shinkansen Kini Angkut Barang! Jepang Luncurkan Kereta Peluru untuk Logistik 75% Prefektur Jepang Mulai Genjot Program Hidup Berdampingan dengan Warga Asing Batal Rilis Mobil Listrik, Kerja Sama Honda–Sony Terdampak Perubahan Kebijakan AS Presiden Prabowo Tiba di Tokyo, Mulai Kunjungan Resmi Perdana ke Jepang Rekor Baru! Warga Asing di Jepang Tembus 4 Juta untuk Pertama Kalinya Jepang Perketat Naturalisasi, Masa Tinggal Jadi 10 Tahun Mulai April

Teknologi

Pakai Teknologi AI, Penumpang Kereta di Jepang yang Kehilangan Barang Kini Bisa Bantu Menemukannya

badge-check


					Pakai Teknologi AI, Penumpang Kereta di Jepang yang Kehilangan Barang Kini Bisa Bantu Menemukannya Perbesar

Jika Anda pernah kehilangan barang di kereta di Jepang, kini ada harapan lebih besar untuk menemukannya kembali — berkat teknologi kecerdasan buatan (AI). Berbagai penyedia layanan transportasi umum di Jepang kini mengadopsi sistem berbasis AI untuk mencatat dan mengelola barang hilang, yang memungkinkan proses pencarian dan pengembalian menjadi jauh lebih cepat dan efisien.

Sekitar 30 organisasi termasuk Biro Transportasi Kota Sapporo, Bandara Haneda, Kepolisian Tokyo, dan Kepolisian Prefektur Oita telah menggunakan platform barang hilang berbasis AI buatan perusahaan IT Tokyo, Find Inc., di sekitar 2.300 lokasi termasuk stasiun dan fasilitas umum lainnya.

Cara Kerja Sistem AI Ini:

  • Ketika sebuah barang ditemukan, petugas memotretnya dengan tablet.

  • AI akan menganalisis warna, bentuk, dan ciri khas lainnya dari barang tersebut, lalu menyimpannya dalam basis data beserta foto.

  • Pemilik barang bisa mengirim permintaan lewat aplikasi seperti LINE, cukup dengan menuliskan ciri-ciri barang atau mengunggah foto. Jika tidak ada foto, pengguna bisa memilih gambar yang mirip dari sistem.

  • AI kemudian mencocokkan dengan basis data dan menampilkan beberapa kandidat barang yang mungkin cocok, diurutkan berdasarkan kemungkinan kecocokan.

  • Jika cocok, pemilik diarahkan ke loket untuk mengambil barang tersebut.

Hasilnya?

Operator kereta Keio Corp melaporkan tingkat pengembalian barang melonjak dari 10% menjadi 30% sejak memakai sistem ini. Operator monorel otomatis Yurikamome Inc juga menyebut jumlah pertanyaan tentang barang hilang menurun drastis karena efisiensi sistem.

Hingga akhir Maret 2025, sistem ini telah menangani sekitar 1,5 juta kasus barang hilang, dan sekitar 480.000 barang berhasil dikembalikan ke pemiliknya.

“Dulu orang harus menelepon ke berbagai tempat untuk mencari barang mereka,” kata CEO Find Inc., Ryu Wada. “Dengan semakin banyaknya fasilitas yang bergabung, pencocokan bisa dilakukan melalui satu basis data besar, sehingga pencarian jadi lebih mudah.”

Dengan layanan yang tersedia dalam bahasa Jepang, Inggris, Mandarin, dan Korea, inovasi ini juga menjadi angin segar bagi para wisatawan asing yang sering kesulitan melacak barang hilang di negara dengan sistem transportasi yang kompleks seperti Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Batal Rilis Mobil Listrik, Kerja Sama Honda–Sony Terdampak Perubahan Kebijakan AS

30 March 2026 - 10:10 WIB

Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang

25 March 2026 - 16:10 WIB

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi