Menu

Dark Mode
Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang Dua Perempuan dan Satu Pria Tewas di Hikone, Jepang! Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Bersama Polisi Ibaraki Tangkap 23 WNA Ilegal, 19 Diantaranya Warga Indonesia Setelah 70 Tahun, Jepang Pertimbangkan Aturan Sanksi untuk Pria Hidung Belang Didorong Lansia, Perempuan, dan Pekerja Asing, Angkatan Kerja Jepang Catat Rekor 70 Juta Orang pada 2025 Adaptasi Anime Saijō no Osewa Siap Mengudara Juli 2026

Teknologi

Pakai Teknologi AI, Penumpang Kereta di Jepang yang Kehilangan Barang Kini Bisa Bantu Menemukannya

badge-check


					Pakai Teknologi AI, Penumpang Kereta di Jepang yang Kehilangan Barang Kini Bisa Bantu Menemukannya Perbesar

Jika Anda pernah kehilangan barang di kereta di Jepang, kini ada harapan lebih besar untuk menemukannya kembali — berkat teknologi kecerdasan buatan (AI). Berbagai penyedia layanan transportasi umum di Jepang kini mengadopsi sistem berbasis AI untuk mencatat dan mengelola barang hilang, yang memungkinkan proses pencarian dan pengembalian menjadi jauh lebih cepat dan efisien.

Sekitar 30 organisasi termasuk Biro Transportasi Kota Sapporo, Bandara Haneda, Kepolisian Tokyo, dan Kepolisian Prefektur Oita telah menggunakan platform barang hilang berbasis AI buatan perusahaan IT Tokyo, Find Inc., di sekitar 2.300 lokasi termasuk stasiun dan fasilitas umum lainnya.

Cara Kerja Sistem AI Ini:

  • Ketika sebuah barang ditemukan, petugas memotretnya dengan tablet.

  • AI akan menganalisis warna, bentuk, dan ciri khas lainnya dari barang tersebut, lalu menyimpannya dalam basis data beserta foto.

  • Pemilik barang bisa mengirim permintaan lewat aplikasi seperti LINE, cukup dengan menuliskan ciri-ciri barang atau mengunggah foto. Jika tidak ada foto, pengguna bisa memilih gambar yang mirip dari sistem.

  • AI kemudian mencocokkan dengan basis data dan menampilkan beberapa kandidat barang yang mungkin cocok, diurutkan berdasarkan kemungkinan kecocokan.

  • Jika cocok, pemilik diarahkan ke loket untuk mengambil barang tersebut.

Hasilnya?

Operator kereta Keio Corp melaporkan tingkat pengembalian barang melonjak dari 10% menjadi 30% sejak memakai sistem ini. Operator monorel otomatis Yurikamome Inc juga menyebut jumlah pertanyaan tentang barang hilang menurun drastis karena efisiensi sistem.

Hingga akhir Maret 2025, sistem ini telah menangani sekitar 1,5 juta kasus barang hilang, dan sekitar 480.000 barang berhasil dikembalikan ke pemiliknya.

“Dulu orang harus menelepon ke berbagai tempat untuk mencari barang mereka,” kata CEO Find Inc., Ryu Wada. “Dengan semakin banyaknya fasilitas yang bergabung, pencocokan bisa dilakukan melalui satu basis data besar, sehingga pencarian jadi lebih mudah.”

Dengan layanan yang tersedia dalam bahasa Jepang, Inggris, Mandarin, dan Korea, inovasi ini juga menjadi angin segar bagi para wisatawan asing yang sering kesulitan melacak barang hilang di negara dengan sistem transportasi yang kompleks seperti Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda N-Box Kembali Jadi Mobil Terlaris di Jepang 2025, Empat Tahun Berturut-turut Pertahankan Posisi Puncak

22 January 2026 - 15:10 WIB

ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029

10 January 2026 - 16:10 WIB

Jepang Akan Operasikan Kapal Feri Penumpang Pertama di Dunia dengan Teknologi Navigasi Otonom

12 December 2025 - 12:10 WIB

Jepang Siap Luncurkan Satelit Baru untuk Sempurnakan Sistem Navigasi Sendiri

11 December 2025 - 15:10 WIB

Isuzu Akan Uji Coba Truk Otonom untuk Angkut Suku Cadang di Jalan Umum

11 December 2025 - 11:10 WIB

Trending on Teknologi