Menu ✖

Dark Mode
Ilustrator Manga Food Wars! Shun Saeki Akhiri Kontrak Eksklusif dengan Shueisha Pria WNI Ditangkap setelah Masuk ke Apartemen Perempuan di Hyogo, Jepang Dua WNI Dikonfirmasi Meninggal Dunia Setelah Terseret Ombak Saat Memancing di Ibaraki, Jepang Suntory hingga Nojima Alami Kebocoran Data, Informasi Pribadi Jutaan Pengguna Terdampak Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

News

Pengawasan Ketat Halloween di Tokyo: Larangan Alkohol dan Aturan Ketat untuk Cegah Kepadatan

badge-check


					Å@ÉnÉçÉEÉBÅ[Éììñì˙Çå}ǶÅAìåãûÅEèaíJÇÃÉXÉNÉâÉìÉuÉãåç∑ì_Ç≈ï‡çsé“ÇóUì±Ç∑ÇÈåxé@äØÅÅÇRÇPì˙ñÈ Perbesar

Å@ÉnÉçÉEÉBÅ[Éììñì˙Çå}ǶÅAìåãûÅEèaíJÇÃÉXÉNÉâÉìÉuÉãåç∑ì_Ç≈ï‡çsé“ÇóUì±Ç∑ÇÈåxé@äØÅÅÇRÇPì˙ñÈ

Malam Halloween di Tokyo, khususnya di distrik Shibuya dan Shinjuku, terlihat jauh lebih tenang tahun ini. Polisi dengan peluit dan tongkat LED membimbing pejalan kaki agar terus bergerak, sementara otoritas lokal memperketat pengawasan untuk mencegah kerumunan berlebih.

Perayaan Halloween di Shibuya tahun ini terasa sepi, dengan sedikit orang yang memakai kostum. Petugas polisi berupaya mengarahkan massa menjauhi area tersebut, dan larangan konsumsi alkohol mulai berlaku sepanjang tahun, dari jam 6 sore hingga 5 pagi, di sekitar Stasiun Shibuya JR dan Keio, termasuk di persimpangan ikonik Shibuya. Bahkan, patung Hachiko yang terkenal ditutupi pembatas hingga pagi Jumat untuk menghindari keramaian.

Wali Kota Shibuya, Ken Hasebe, menyampaikan perasaan berat untuk melarang orang berkumpul. “Sulit meminta orang untuk tidak datang, tapi saya membuat keputusan ini demi keselamatan Anda,” ujar Hasebe dalam pernyataan baru-baru ini. Keputusan ini muncul setelah pembatasan COVID-19 dicabut dan insiden mematikan di Itaewon, Korea Selatan, pada 2022.

Sementara itu, area Kabukicho di Shinjuku juga menerapkan larangan minum di jalan mulai pukul 5 sore hingga 5 pagi. Larangan ini efektif untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan, meskipun tidak dikenakan sanksi denda. Menurut Yuzuki Mizuno, 23, yang hadir di Shinjuku, “Pembatasan penting, tapi sedikit mengurangi keseruan Halloween.”

Seorang warga Belanda, Rilana De Haas, 28, mengaku tidak terlalu terganggu dengan larangan minum di jalan. “Tidak ada yang mempermasalahkan. Mungkin itu sebabnya semua orang tenang di sini,” ujarnya.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria WNI Ditangkap setelah Masuk ke Apartemen Perempuan di Hyogo, Jepang

4 November 2026 - 14:10 WIB

Dua WNI Dikonfirmasi Meninggal Dunia Setelah Terseret Ombak Saat Memancing di Ibaraki, Jepang

4 November 2026 - 12:10 WIB

Suntory hingga Nojima Alami Kebocoran Data, Informasi Pribadi Jutaan Pengguna Terdampak

4 November 2026 - 10:10 WIB

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan

3 November 2026 - 10:10 WIB

Trending on News