Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

Bahasa Jepang

Peran ‘Honne’ dan ‘Tatemae’ dalam Bahasa Sehari-hari: Jujur atau Basa-basi?

badge-check


					Peran ‘Honne’ dan ‘Tatemae’ dalam Bahasa Sehari-hari: Jujur atau Basa-basi? Perbesar

Dalam budaya Jepang, komunikasi bukan hanya soal kata, tapi juga soal membaca situasi. Dua konsep penting yang mencerminkan hal ini adalah “honne” (本音) dan “tatemae” (建前). Kedua istilah ini menjelaskan perbedaan antara apa yang seseorang sebenarnya pikirkan dan apa yang diungkapkan secara sosial. Menariknya, perbedaan ini juga sangat terlihat dalam cara orang Jepang berbicara.

Apa Itu Honne dan Tatemae?

  • Honne (本音) adalah perasaan atau opini pribadi yang tulus dan jujur. Biasanya tidak diutarakan langsung jika dianggap bisa menimbulkan konflik.

  • Tatemae (建前) adalah ekspresi yang dikatakan demi menjaga keharmonisan sosial, sopan santun, atau ekspektasi masyarakat—meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan perasaan sebenarnya.

Dalam bahasa Indonesia, perbedaan ini mirip dengan “bicara dari hati” versus “basa-basi sopan”.


Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Saat Diajak Makan

    • Tatemae: 「今日はちょっと…」(Kyou wa chotto…) – “Hari ini agak…” (penolakan halus)

    • Honne: “Aku malas ketemu dia.”

  2. Dalam Rapat Kerja

    • Tatemae: 「なるほど、検討してみます」(Naruhodo, kentou shite mimasu) – “Baik, akan saya pertimbangkan.”

    • Honne: “Saya tidak setuju, tapi tidak bisa bilang langsung.”

  3. Menanggapi Masakan Teman

    • Tatemae: 「おいしいですね」(Oishii desu ne) – “Enak, ya!”

    • Honne: “Terlalu asin, tapi nggak enak kalau bilang.”


Kenapa Penting dalam Budaya Jepang?

Konsep honne dan tatemae berkaitan erat dengan nilai wa (和), yaitu harmoni sosial. Dalam masyarakat Jepang yang menekankan kerja sama dan penghindaran konflik, seringkali lebih penting untuk tidak menyakiti perasaan orang lain daripada menyampaikan pendapat secara blak-blakan.

Banyak penutur asing menganggap ini membingungkan, karena apa yang dikatakan bisa sangat berbeda dari yang dirasakan. Tapi bagi orang Jepang, kemampuan membaca konteks (kuuki wo yomu) justru dianggap tanda kedewasaan sosial.


Apakah Ini Munafik?

Tidak. Di Jepang, menggunakan tatemae bukan berarti tidak jujur, melainkan cara menunjukkan kesopanan dan empati. Menyembunyikan honne dianggap sebagai bagian dari kontrol diri demi menjaga hubungan baik.

Namun, penting juga untuk tahu kapan dan kepada siapa honne bisa diungkapkan—biasanya hanya dalam hubungan dekat dan dengan orang yang dipercaya.


Memahami honne dan tatemae membantu kita mengerti nuansa komunikasi dalam budaya Jepang. Ini bukan hanya soal “apa yang dikatakan”, tapi juga “bagaimana dan kepada siapa” sesuatu dikatakan.

Jadi, kalau kamu merasa bingung kenapa teman Jepangmu berkata “daijoubu desu” padahal sebenarnya tidak apa-apa—bisa jadi itu tatemae sedang bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bahasa Jepang untuk Dunia Kendaraan Bekas: Siap Belanja Mobil & Motor Second di Jepang!

22 November 2025 - 17:45 WIB

Bahasa Jepang Saat Membuka Rekening Bank di Jepang

21 November 2025 - 16:10 WIB

Bahasa Jepang Saat Mengikuti Event Idol & Handshake Event

20 November 2025 - 12:30 WIB

Ungkapan Jepang untuk Menyapa Tetangga

20 November 2025 - 06:16 WIB

Frasa Jepang untuk Minta Diskon atau Tawaran Promo

18 November 2025 - 13:30 WIB

Trending on Bahasa Jepang