Menu

Dark Mode
Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata Wanita di Jepang Ditangkap Usai Diduga Menjahit Bibir Teman Serumah Hingga Tak Bisa Bicara Nerobos Lampu Merah, Pemain Timnas Jepang Kaouru Mitoma Terlibat Kecelakaan Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun Jepang Berencana Perketat Keringanan Biaya Izin Tinggal, Pencari Suaka Terancam Beban Lebih Berat Film Anime Baru Sword Art Online Resmi Diumumkan, Tayang di Bioskop pada 2028

Bahasa Jepang

Peran ‘Honne’ dan ‘Tatemae’ dalam Bahasa Sehari-hari: Jujur atau Basa-basi?

badge-check


					Peran ‘Honne’ dan ‘Tatemae’ dalam Bahasa Sehari-hari: Jujur atau Basa-basi? Perbesar

Dalam budaya Jepang, komunikasi bukan hanya soal kata, tapi juga soal membaca situasi. Dua konsep penting yang mencerminkan hal ini adalah “honne” (本音) dan “tatemae” (建前). Kedua istilah ini menjelaskan perbedaan antara apa yang seseorang sebenarnya pikirkan dan apa yang diungkapkan secara sosial. Menariknya, perbedaan ini juga sangat terlihat dalam cara orang Jepang berbicara.

Apa Itu Honne dan Tatemae?

  • Honne (本音) adalah perasaan atau opini pribadi yang tulus dan jujur. Biasanya tidak diutarakan langsung jika dianggap bisa menimbulkan konflik.

  • Tatemae (建前) adalah ekspresi yang dikatakan demi menjaga keharmonisan sosial, sopan santun, atau ekspektasi masyarakat—meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan perasaan sebenarnya.

Dalam bahasa Indonesia, perbedaan ini mirip dengan “bicara dari hati” versus “basa-basi sopan”.


Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Saat Diajak Makan

    • Tatemae: 「今日はちょっと…」(Kyou wa chotto…) – “Hari ini agak…” (penolakan halus)

    • Honne: “Aku malas ketemu dia.”

  2. Dalam Rapat Kerja

    • Tatemae: 「なるほど、検討してみます」(Naruhodo, kentou shite mimasu) – “Baik, akan saya pertimbangkan.”

    • Honne: “Saya tidak setuju, tapi tidak bisa bilang langsung.”

  3. Menanggapi Masakan Teman

    • Tatemae: 「おいしいですね」(Oishii desu ne) – “Enak, ya!”

    • Honne: “Terlalu asin, tapi nggak enak kalau bilang.”


Kenapa Penting dalam Budaya Jepang?

Konsep honne dan tatemae berkaitan erat dengan nilai wa (和), yaitu harmoni sosial. Dalam masyarakat Jepang yang menekankan kerja sama dan penghindaran konflik, seringkali lebih penting untuk tidak menyakiti perasaan orang lain daripada menyampaikan pendapat secara blak-blakan.

Banyak penutur asing menganggap ini membingungkan, karena apa yang dikatakan bisa sangat berbeda dari yang dirasakan. Tapi bagi orang Jepang, kemampuan membaca konteks (kuuki wo yomu) justru dianggap tanda kedewasaan sosial.


Apakah Ini Munafik?

Tidak. Di Jepang, menggunakan tatemae bukan berarti tidak jujur, melainkan cara menunjukkan kesopanan dan empati. Menyembunyikan honne dianggap sebagai bagian dari kontrol diri demi menjaga hubungan baik.

Namun, penting juga untuk tahu kapan dan kepada siapa honne bisa diungkapkan—biasanya hanya dalam hubungan dekat dan dengan orang yang dipercaya.


Memahami honne dan tatemae membantu kita mengerti nuansa komunikasi dalam budaya Jepang. Ini bukan hanya soal “apa yang dikatakan”, tapi juga “bagaimana dan kepada siapa” sesuatu dikatakan.

Jadi, kalau kamu merasa bingung kenapa teman Jepangmu berkata “daijoubu desu” padahal sebenarnya tidak apa-apa—bisa jadi itu tatemae sedang bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir

4 July 2026 - 09:11 WIB

Tokyo Disney Resort Akan Hentikan Layanan Priority Pass Gratis Mulai 31 Agustus

2 June 2026 - 10:10 WIB

Manga Gundam Baru Karya Kōzō Ōmori Akan Mulai Terbit Tahun Ini

30 May 2026 - 17:10 WIB

Dua Karateka Indonesia Raih Prestasi di Turnamen Internasional Jepang

8 May 2026 - 10:05 WIB

Golden Week Dimulai, Stasiun hingga Bandara di Jepang Dipadati Wisatawan

4 May 2026 - 11:10 WIB

Trending on Bahasa Jepang