Menu

Dark Mode
Survei Pemerintah Jepang: 40% Guru SMP Bekerja Lembur Melebihi Batas Hukum Film Live-Action “In the Clear Moonlit Dusk” Umumkan Tanggal Tayang 23 Oktober Mulai Dijual Bebas, Pil Pencegah Kehamilan di Jepang Bisa Dibeli di Beberapa Apotek Tanpa Resep Dokter Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan Gereja Unifikasi Ajukan Banding Khusus ke Mahkamah Agung Jepang atas Perintah Pembubaran Kata Jepang yang Dipakai Saat Menenangkan Orang

Teknologi

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

badge-check


					Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon Perbesar

Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) mulai mengoperasikan sistem yang mensertifikasi dan merekomendasikan aplikasi smartphone dari sektor swasta yang dapat memblokir panggilan dari nomor telepon yang sering digunakan dalam kasus penipuan khusus.

NPA berharap para pengguna smartphone akan menggunakan secara luas aplikasi yang direkomendasikan tersebut, yang tersedia secara gratis, sebagai langkah pencegahan terhadap penipuan.

Aplikasi pertama yang mendapatkan sertifikasi adalah “Sagi Taisaku by NTT TownPage”, yang dikembangkan bersama oleh perusahaan NTT TownPage Corp. yang berbasis di Tokyo dan pengembang sistem Tobila Systems Inc. dari Prefektur Aichi. Selain itu, ada juga “Sagi Buster Lite” yang dirilis oleh perusahaan keamanan informasi besar asal Tokyo, Trend Micro Inc.

Aplikasi-aplikasi ini dapat memblokir panggilan masuk maupun keluar dari nomor telepon yang dicurigai digunakan untuk penipuan. Selain itu, aplikasi juga akan menampilkan peringatan di layar smartphone ketika ada panggilan mencurigakan.

Pengguna juga bisa menerima pemberitahuan mengenai modus penipuan terbaru serta berbagai informasi pencegahan kejahatan lainnya.

Karena panggilan internasional sering disalahgunakan dalam kasus penipuan, perangkat Android juga dapat diatur untuk memblokir seluruh panggilan internasional baik masuk maupun keluar.

NPA mengidentifikasi nomor telepon yang digunakan dalam panggilan penipuan melalui laporan konsultasi masyarakat dan hasil penyelidikan kepolisian di seluruh Jepang. Informasi tersebut kemudian dibagikan kepada pengembang aplikasi dan diperbarui secara berkala di dalam aplikasi.

Aplikasi-aplikasi ini diperkenalkan melalui situs resmi NPA dan dapat diunduh melalui toko aplikasi yang dioperasikan oleh Google dan Apple.

Menurut data NPA, pada tahun 2025 terdapat 27.758 kasus penipuan khusus yang terkonfirmasi, dengan total kerugian sementara mencapai 141,4 miliar yen (sekitar 899 juta dolar AS). Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Selain itu, penggunaan telepon seluler sebagai sarana awal yang digunakan pelaku untuk menghubungi korban meningkat 2,2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, sekitar tiga perempat nomor telepon yang disalahgunakan dalam penipuan khusus, termasuk percobaan penipuan, merupakan nomor internasional.

NPA menegaskan bahwa memutus jalur komunikasi antara pelaku dan calon korban sangat penting dalam mencegah penipuan. Oleh karena itu, pihaknya ingin mendorong penyebaran penggunaan aplikasi-aplikasi ini dengan dukungan penuh dari kepolisian di seluruh Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan

25 February 2026 - 10:10 WIB

Pengguna LINE di Jepang Tembus 100 Juta, Hampir 15 Tahun Sejak Diluncurkan

24 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on Teknologi