Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) mulai mengoperasikan sistem yang mensertifikasi dan merekomendasikan aplikasi smartphone dari sektor swasta yang dapat memblokir panggilan dari nomor telepon yang sering digunakan dalam kasus penipuan khusus.
NPA berharap para pengguna smartphone akan menggunakan secara luas aplikasi yang direkomendasikan tersebut, yang tersedia secara gratis, sebagai langkah pencegahan terhadap penipuan.
Aplikasi pertama yang mendapatkan sertifikasi adalah “Sagi Taisaku by NTT TownPage”, yang dikembangkan bersama oleh perusahaan NTT TownPage Corp. yang berbasis di Tokyo dan pengembang sistem Tobila Systems Inc. dari Prefektur Aichi. Selain itu, ada juga “Sagi Buster Lite” yang dirilis oleh perusahaan keamanan informasi besar asal Tokyo, Trend Micro Inc.
Aplikasi-aplikasi ini dapat memblokir panggilan masuk maupun keluar dari nomor telepon yang dicurigai digunakan untuk penipuan. Selain itu, aplikasi juga akan menampilkan peringatan di layar smartphone ketika ada panggilan mencurigakan.
Pengguna juga bisa menerima pemberitahuan mengenai modus penipuan terbaru serta berbagai informasi pencegahan kejahatan lainnya.
Karena panggilan internasional sering disalahgunakan dalam kasus penipuan, perangkat Android juga dapat diatur untuk memblokir seluruh panggilan internasional baik masuk maupun keluar.
NPA mengidentifikasi nomor telepon yang digunakan dalam panggilan penipuan melalui laporan konsultasi masyarakat dan hasil penyelidikan kepolisian di seluruh Jepang. Informasi tersebut kemudian dibagikan kepada pengembang aplikasi dan diperbarui secara berkala di dalam aplikasi.
Aplikasi-aplikasi ini diperkenalkan melalui situs resmi NPA dan dapat diunduh melalui toko aplikasi yang dioperasikan oleh Google dan Apple.
Menurut data NPA, pada tahun 2025 terdapat 27.758 kasus penipuan khusus yang terkonfirmasi, dengan total kerugian sementara mencapai 141,4 miliar yen (sekitar 899 juta dolar AS). Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, penggunaan telepon seluler sebagai sarana awal yang digunakan pelaku untuk menghubungi korban meningkat 2,2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, sekitar tiga perempat nomor telepon yang disalahgunakan dalam penipuan khusus, termasuk percobaan penipuan, merupakan nomor internasional.
NPA menegaskan bahwa memutus jalur komunikasi antara pelaku dan calon korban sangat penting dalam mencegah penipuan. Oleh karena itu, pihaknya ingin mendorong penyebaran penggunaan aplikasi-aplikasi ini dengan dukungan penuh dari kepolisian di seluruh Jepang.
Sc : JT










