Menu ✖

Dark Mode
Ular Tak Berbisa Ditemukan di Pesawat Jepang, Penerbangan Terpaksa Dibatalkan ZIPAIR Buka Rute Baru Tokyo–Kuala Lumpur, Layani Penerbangan Setiap Hari Jepang Berencana Tambah Kuota 20.000 Pekerja Asing di Sektor Perawatan Lansia Manga Null-Meta Karya Kokamumo Mendapatkan Adaptasi Anime TV pada 2027 JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Teppay, Terintegrasi dengan Aplikasi Suica Kenshi Yonezu Gelar Konser Tur Dunia 2026-2027, Singapura Masuk Daftar Tujuan

News

Produksi Melimpah, Namun Harga Beras di Jepang Tetap Tinggi, Apa Penyebabnya?

badge-check


					Produksi Melimpah, Namun Harga Beras di Jepang Tetap Tinggi,  Apa Penyebabnya? Perbesar

Produksi beras Jepang untuk tahun 2024 diperkirakan mencapai 6,83 juta ton, melebihi perkiraan permintaan sebanyak 6,74 juta ton hingga Juni 2025, menurut Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.

 

Dengan demikian, persediaan beras dari sektor swasta diproyeksikan meningkat menjadi 1,62 juta ton pada akhir Juni 2025, dari titik terendah sepanjang sejarah, yaitu 1,53 juta ton tahun sebelumnya. Kenaikan persediaan ini diharapkan meredakan ketatnya pasokan dan kenaikan harga yang dipicu oleh musim panas ekstrem yang mengurangi hasil panen sebelumnya.

 

Namun, harga beras sebagai makanan pokok mungkin tetap tinggi. Menurut para pengamat, inflasi diperkirakan akan mempertahankan biaya produksi, seperti untuk utilitas dan pupuk, pada tingkat yang tinggi. Hal ini bisa membuat harga beras tetap mahal meskipun pasokan meningkat.

 

Kementerian percaya bahwa tren penurunan permintaan beras dalam jangka panjang tetap tidak berubah, dan kenaikan permintaan baru-baru ini hanya disebabkan oleh dua faktor:

 

  1. Laju kenaikan harga beras yang lebih lambat dibandingkan dengan mie dan roti.
  2. Peningkatan konsumsi di restoran, didorong oleh booming pariwisata asing.

 

Pada tahun 2025, produksi beras diperkirakan tetap pada 6,83 juta ton, sementara permintaan kemungkinan menurun menjadi 6,63 juta ton, sebagian karena tingginya harga.

 

Para ahli yang tergabung dalam diskusi bersama kementerian menyatakan bahwa risiko penurunan permintaan di masa depan masih besar, terutama jika permintaan yang meningkat tiba-tiba ini kembali menurun akibat tingginya harga.

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ular Tak Berbisa Ditemukan di Pesawat Jepang, Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

21 October 2026 - 18:10 WIB

ZIPAIR Buka Rute Baru Tokyo–Kuala Lumpur, Layani Penerbangan Setiap Hari

21 October 2026 - 12:10 WIB

Jepang Berencana Tambah Kuota 20.000 Pekerja Asing di Sektor Perawatan Lansia

21 October 2026 - 11:10 WIB

JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Teppay, Terintegrasi dengan Aplikasi Suica

21 October 2026 - 06:47 WIB

Survei: 30,2 Persen Perusahaan Besar di Jepang Pernah Mengalami Kebocoran Data

20 October 2026 - 13:10 WIB

Trending on News