Menu ✖

Dark Mode
Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an 1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang Jepang Kembangkan Roket untuk Meluncurkan Satelit Pengganti dalam Situasi Darurat Kuromi Sanrio Bakal Debut di Film Layar Lebar Pertamanya pada 2027! Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini

News

Salju Lebat Lumpuhkan Transportasi di Jepang, Cuaca Buruk Diprediksi Berlanjut

badge-check


					Å@ê·Ç™ç~ÇÈíÜÅAìoçZÇ∑ÇÈè¨äwê∂ÅÅÇTì˙í©ÅAïüà‰åßì÷âÍés Perbesar

Å@ê·Ç™ç~ÇÈíÜÅAìoçZÇ∑ÇÈè¨äwê∂ÅÅÇTì˙í©ÅAïüà‰åßì÷âÍés

Salju lebat terus mengguyur wilayah pesisir Laut Jepang pada Rabu (6/2), menyebabkan gangguan kereta api dan penerbangan di Jepang tengah. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa hujan salju ini bisa bertahan hingga akhir pekan.

Maskapai All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) membatalkan beberapa penerbangan, termasuk rute Tokyo-Tottori serta rute Shimane-Oki Islands di Laut Jepang.

Di Jepang tengah, layanan kereta api lokal di Ishikawa, Gifu, dan prefektur sekitarnya dihentikan. Sebuah kereta ekspres di Jalur Nanao milik JR West mengalami kerusakan rem akibat pembekuan es.

Rekor salju tertinggi tercatat di Shirakawa, Prefektur Gifu, dengan 129 cm dalam 48 jam hingga pukul 5 sore. Salju setebal 50 cm juga turun di Toyama dalam 12 jam terakhir, sementara Niigata mencatat hingga 45 cm salju. Bahkan di Kagoshima, Jepang barat daya, yang jarang mengalami salju, tercatat 2 cm dalam 6 jam.

Cuaca buruk ini juga menyebabkan korban jiwa. Seorang pria berusia 50-an di Toyama mengalami cedera kepala akibat jatuh dari forklift saat membersihkan salju. Sementara itu, seorang wanita 62 tahun di Yamaguchi tewas setelah terkena pohon tumbang saat mengarahkan kendaraan dalam operasi pembersihan. Polisi menduga tanah yang melemah akibat salju menjadi penyebab pohon tersebut roboh.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil akibat udara dingin -39°C atau lebih rendah di ketinggian 5.000 meter. Hal ini dapat membentuk awan cumulonimbus, memicu salju lebat tidak hanya di pesisir Laut Jepang, tetapi juga di wilayah Pasifik, yang jarang mengalami fenomena ini.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang

2 November 2026 - 11:10 WIB

Jepang Kembangkan Roket untuk Meluncurkan Satelit Pengganti dalam Situasi Darurat

2 November 2026 - 10:10 WIB

Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini

31 October 2026 - 10:30 WIB

Trending on News