Menu

Dark Mode
Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis Anime Snowball Earth Dipastikan Berlanjut ke Season 2, Trailer Perdana Resmi Dirilis Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

News

Serangan Beruang di Jepang Timur Ancam Pariwisata Musim Gugur

badge-check


					Serangan Beruang di Jepang Timur Ancam Pariwisata Musim Gugur Perbesar

Gelombang serangan beruang di wilayah Tohoku, Jepang timur laut, mulai berdampak serius pada sektor pariwisata lokal. Berbagai bisnis yang biasanya menikmati musim ramai saat puncak musim gugur kini menghadapi ketidakpastian akibat banyaknya wisatawan yang membatalkan kunjungan.

Di Prefektur Iwate, yang telah mencatat rekor lima kematian akibat serangan beruang sejak April, seorang pria ditemukan tewas di depan rumahnya di area Gembi, Ichinoseki pada akhir Oktober. Kawasan indah Gembikei yang terletak hanya 10 kilometer dari lokasi kejadian pun ikut sepi pengunjung. “Jika orang mendengar ‘Gembi’ di berita, mereka mungkin mengira kejadiannya di sekitar sini,” ujar manajer sebuah fasilitas wisata setempat.

Tragedi serupa terjadi di Kitakami, ketika seorang pekerja hotel tewas diserang beruang saat membersihkan pemandian terbuka pada pertengahan Oktober. Penginapan Motoyugeto yang terletak 7 km dari lokasi kejadian mengalami pembatalan reservasi sekitar 20%, dengan pengunjung pemandian umum turun hingga 70% pada hari tertentu. “Ini sangat berat karena terjadi di masa puncak,” keluh perwakilan penginapan Hironori Takahashi.

Beberapa bisnis pemandian air panas terpaksa menutup area pemandian terbuka mereka sebagai langkah pencegahan. Sementara itu, warga seperti Eri Aoki (30) dari Tokyo mengaku membatalkan rencana berkunjung ke resort air panas di wilayah tersebut awal November. “Menakutkan mengetahui beruang muncul di kawasan permukiman. Saya akan kembali setelah mereka hibernasi di musim dingin,” ujarnya.

Di Prefektur Akita yang bertetangga, Taman Senshu yang terkenal sebagai tempat melihat daun maple terpaksa ditutup berulang kali akibat penampakan beruang. Meski sempat dibuka kembali setelah dua beruang berhasil ditangkap, taman itu harus ditutup lagi hanya beberapa jam kemudian karena munculnya beruang baru.

Pemerintah Kota Osaki di Prefektur Miyagi merespons dengan memasang tanda peringatan “Waspada Beruang” dalam empat bahasa di ngarai Narukokyo, sekaligus meningkatkan intensitas patroli keamanan. “Kami ingin meningkatkan kesadaran semua pengunjung, tanpa memandang kebangsaan, tentang risiko beruang,” tegas pejabat setempat.

Dengan total 13 kematian akibat serangan beruang di seluruh Jepang sejak April, wilayah Tohoku kini menghadapi tantangan ganda: menjaga keselamatan warga dan wisatawan sambil mempertahankan pendapatan dari sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi regional.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang

26 June 2026 - 18:00 WIB

Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1

26 June 2026 - 12:34 WIB

Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang

26 June 2026 - 12:10 WIB

Trending on News