Menu

Dark Mode
Film Doraemon 2026 Hadirkan Pemutaran 4D untuk Pertama Kalinya Bukan J-Pop! Gundam Hathaway Pakai Lagu Legendaris Guns N’ Roses untuk Ending Sempat Puji Yen Melemah di Tengah Kekhawatiran Pasar, PM Jepang Akhirnya Klarifikasi Pernyataannya Anime Chainsmoker Cat Diumumkan, Tayang Juli Tahun Ini Turis Australia Tewas dalam Kecelakaan Lift Ski di Resor Nagano Jepang

Teknologi

Startup Jepang ispace Siap Menebus Kegagalan dengan Misi Bulan Kedua

badge-check


					Startup Jepang ispace Siap Menebus Kegagalan dengan Misi Bulan Kedua Perbesar

Setelah kegagalan misi pertamanya pada April 2023, startup Jepang ispace berjanji akan meraih sukses pada misi bulan kedua yang dijadwalkan diluncurkan minggu depan.

Belajar dari Kegagalan

Misi pertama ispace berakhir dengan “hard landing” yang tak dapat diselamatkan, menggagalkan ambisi mereka untuk menjadi perusahaan swasta pertama yang berhasil mendarat di bulan. Meski demikian, kegagalan tersebut menjadi pelajaran penting.

CEO ispace, Takeshi Hakamada, mengatakan:
“Kami kecewa dengan kegagalan Misi 1, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa penting untuk bangkit dan mencoba lagi setelah kegagalan.”

Resilience: Harapan Baru

Lander baru ispace, Resilience, akan diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, pada 15 Januari. Jika berhasil mendarat, Resilience akan membawa misi penting:

  • Menggunakan rover mikro untuk eksplorasi bulan.
  • Lima muatan tambahan dari mitra korporat, termasuk eksperimen oleh Takasago Thermal Engineering untuk memecah air menjadi oksigen dan hidrogen, yang berpotensi digunakan sebagai bahan bakar satelit.

Resilience diperkirakan mendarat pada bulan Mei atau Juni, menyusul lander Blue Ghost milik Firefly Aerospace yang akan tiba setelah perjalanan selama 45 hari.

Hakuto-R Mission 2

Program ini dinamakan Hakuto-R Mission 2 dan menjadi langkah inovatif ispace untuk menekan biaya dengan menggunakan pendekatan “rocket rideshare” sektor swasta pertama di dunia.

Booming Eksplorasi Bulan

Kegagalan Misi 1 tidak mengurangi antusiasme eksplorasi bulan. Sejauh ini, hanya lima negara — Uni Soviet, Amerika Serikat, China, India, dan Jepang — yang berhasil melakukan soft-landing di bulan.

Persaingan semakin ketat dengan banyak perusahaan yang berlomba menawarkan eksplorasi ruang angkasa yang lebih murah dan lebih sering dibandingkan program pemerintah.

Langkah Startup Jepang Lainnya

  • Space One, startup Jepang lainnya, tengah mencoba menjadi perusahaan pertama Jepang yang berhasil meluncurkan satelit ke orbit meski menghadapi tantangan besar. Upaya kedua mereka dengan roket Kairos bulan lalu gagal setelah terlihat jatuh di kejauhan.
  • Toyota baru-baru ini menginvestasikan 7 miliar yen dalam Interstellar Technologies, yang bertujuan memenuhi lonjakan global permintaan peluncuran satelit kecil, meningkat hampir 20 kali lipat dari 141 peluncuran pada 2016 menjadi 2.860 pada 2023.

Dengan misi Hakuto-R Mission 2, ispace berusaha merebut tempatnya dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa yang semakin kompetitif.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda N-Box Kembali Jadi Mobil Terlaris di Jepang 2025, Empat Tahun Berturut-turut Pertahankan Posisi Puncak

22 January 2026 - 15:10 WIB

ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029

10 January 2026 - 16:10 WIB

Jepang Akan Operasikan Kapal Feri Penumpang Pertama di Dunia dengan Teknologi Navigasi Otonom

12 December 2025 - 12:10 WIB

Jepang Siap Luncurkan Satelit Baru untuk Sempurnakan Sistem Navigasi Sendiri

11 December 2025 - 15:10 WIB

Isuzu Akan Uji Coba Truk Otonom untuk Angkut Suku Cadang di Jalan Umum

11 December 2025 - 11:10 WIB

Trending on Teknologi