Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Survei Ungkap Supermarket Jadi Tempat Beli Cokelat Valentine Paling Populer di Jepang

badge-check


					Survei Ungkap Supermarket Jadi Tempat Beli Cokelat Valentine Paling Populer di Jepang Perbesar

Sebuah survei perusahaan tentang perilaku konsumen di Jepang mengungkapkan bahwa tempat paling umum untuk membeli cokelat pada Hari Valentine telah berubah dari “toko serba ada” (department stores) menjadi “supermarket.” The Mainichi Shimbun menyelidiki alasan di balik pergeseran ini.

Jajak pendapat online dilakukan pada pertengahan Januari oleh perusahaan riset pemasaran Nippon Information Co., yang berbasis di Chuo Ward, Tokyo, dengan mengumpulkan respons valid dari 900 wanita berusia 15 hingga 59 tahun di seluruh Jepang.

“Supermarket” dipilih oleh 31% responden sebagai pilihan paling populer untuk membeli cokelat tahun ini, diikuti oleh “toko serba ada” dengan 29%, “buatan sendiri” dengan 21%, dan “situs e-commerce” dengan 15%.

“Toko serba ada” sebelumnya menduduki peringkat teratas dalam survei serupa dari 2022 hingga 2024. Pada 2022, permintaan untuk “situs e-commerce” meningkat karena memungkinkan orang menghindari bepergian selama pandemi COVID-19, menjadikannya pilihan kedua paling populer, diikuti oleh “supermarket” di posisi ketiga. Pada 2023, lebih banyak orang ingin berbelanja langsung, mendorong “supermarket” ke posisi kedua, tren yang berlanjut hingga 2024.

Mengenai kenaikan popularitas “supermarket” dibandingkan “toko serba ada” dalam survei terbaru, seorang pejabat Nippon Information menjelaskan, “Ini masih hipotesis, tetapi mengingat melonjaknya harga makanan dan kebutuhan sehari-hari yang meningkatkan biaya hidup, kami percaya ada permintaan yang lebih besar untuk supermarket, di mana harga produk Valentine cenderung lebih rendah dibandingkan toko serba ada.”

Ketika ditanya, “Apakah Hari Valentine tahun ini membuat Anda merasakan dampak kenaikan harga?” total 46% responden menjawab “merasakan” atau “sedikit merasakan” efek kenaikan harga, meningkat 10 poin persentase dari 2024.

Survei juga mengungkapkan bahwa rata-rata total anggaran untuk Hari Valentine pada 2025 adalah 3.818 yen (Rp400 ribu), menunjukkan tren penurunan dari 4.792 yen (Rp500 ribu) pada 2022 dan penurunan lebih lanjut dari 4.008 yen (Rp420 ribu) pada 2024. Pergeseran ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News