Menu

Dark Mode
Girl Group Philosophy no Dance Akan Mengakhiri Aktivitas dengan Konser Terakhir pada Juni Bahasa Jepang yang Sering Disalahartikan Orang Indonesia Manga Firefly Wedding Tamat, Akan Hadir Cerita Spinoff Mulai Februari Jumlah Penumpang dari Bandara Osaka ke China Anjlok Hampir 50 Persen Saat Libur Tahun Baru Budaya Tepat Waktu di Jepang: Mengapa Terlambat 1 Menit Bisa Dianggap Serius Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Aksi Penindakan Demonstrasi

News

Tujuh Pria Ditangkap karena Jalankan Bisnis Prostitusi Ilegal di Kabukicho, Tokyo

badge-check


					Tujuh Pria Ditangkap karena Jalankan Bisnis Prostitusi Ilegal di Kabukicho, Tokyo Perbesar

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo (MPD) mengumumkan pada 4 Februari bahwa tujuh pria telah ditangkap karena diduga menjalankan bisnis seks ilegal yang disamarkan sebagai “salon estetika pria” di distrik hiburan Kabukicho, Tokyo.

Para tersangka, termasuk Kazuki Sudo (54), warga Shinjuku, dituduh melanggar Undang-Undang Anti-Prostitusi dengan menyediakan lokasi untuk pelacuran. Kelompok ini dilaporkan mengoperasikan dua tempat, salah satunya bernama “Sparaku,” sejak setidaknya Maret 2021. Untuk menarik pengunjung asing, mereka membuat situs web berbahasa Inggris, dengan sekitar 60-70% pelanggannya dipercaya berasal dari luar negeri. Polisi menduga bisnis ini menargetkan wisatawan asing.

Antara Oktober dan Desember 2024, para tersangka diduga menyediakan kamar pribadi di sebuah gedung multitenant di Kabukicho, dengan mengetahui bahwa kamar tersebut akan digunakan untuk pelacuran oleh enam karyawan perempuan berusia 20-an. Sudo dilaporkan mengaku atas tuduhan tersebut, mengatakan kepada polisi, “Kami menarik pelanggan asing dengan mengiklankan kesempatan bersenang-senang dengan wanita Jepang dengan harga murah.”

Menurut MPD, pelanggan termasuk pengunjung dari Asia, seperti China dan Korea Selatan, serta dari Amerika Serikat dan Kanada. Bisnis ini mempekerjakan pengumpan asing, dan pembayaran diterima dalam mata uang negara masing-masing pelanggan. Beberapa karyawan perempuan diduga direkrut saat bekerja sebagai pelacur di dekat Taman Okubo di Kabukicho, sementara yang lain dilaporkan mulai bekerja untuk menutupi pengeluaran di “klub host,” tempat wanita membayar untuk ditemani pria.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Penumpang dari Bandara Osaka ke China Anjlok Hampir 50 Persen Saat Libur Tahun Baru

14 January 2026 - 14:10 WIB

Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Aksi Penindakan Demonstrasi

14 January 2026 - 12:10 WIB

Remaja Berkewarganegaraan Ganda Indonesia–Australia Tewas dalam Kecelakaan Ski di Niseko, Hokkaido

14 January 2026 - 11:10 WIB

Menlu Jepang Temui PM Palestina di Tepi Barat, Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

13 January 2026 - 12:10 WIB

Anak Muda Jepang Rayakan Coming-of-Age Day

13 January 2026 - 11:10 WIB

Trending on News