Menu

Dark Mode
Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday Nintendo & Illumination Siapkan Film Animasi Misterius Baru, Tayang 2028! Berserk of Gluttony Season 2 Resmi Diumumkan! Fate & Roxy Kembali Beraksi Robot Legendaris Honda P2 Raih Penghargaan Dunia, Pelopor Gerakan Robot Mirip Manusia

News

Tujuh Pria Ditangkap karena Jalankan Bisnis Prostitusi Ilegal di Kabukicho, Tokyo

badge-check


					Tujuh Pria Ditangkap karena Jalankan Bisnis Prostitusi Ilegal di Kabukicho, Tokyo Perbesar

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo (MPD) mengumumkan pada 4 Februari bahwa tujuh pria telah ditangkap karena diduga menjalankan bisnis seks ilegal yang disamarkan sebagai “salon estetika pria” di distrik hiburan Kabukicho, Tokyo.

Para tersangka, termasuk Kazuki Sudo (54), warga Shinjuku, dituduh melanggar Undang-Undang Anti-Prostitusi dengan menyediakan lokasi untuk pelacuran. Kelompok ini dilaporkan mengoperasikan dua tempat, salah satunya bernama “Sparaku,” sejak setidaknya Maret 2021. Untuk menarik pengunjung asing, mereka membuat situs web berbahasa Inggris, dengan sekitar 60-70% pelanggannya dipercaya berasal dari luar negeri. Polisi menduga bisnis ini menargetkan wisatawan asing.

Antara Oktober dan Desember 2024, para tersangka diduga menyediakan kamar pribadi di sebuah gedung multitenant di Kabukicho, dengan mengetahui bahwa kamar tersebut akan digunakan untuk pelacuran oleh enam karyawan perempuan berusia 20-an. Sudo dilaporkan mengaku atas tuduhan tersebut, mengatakan kepada polisi, “Kami menarik pelanggan asing dengan mengiklankan kesempatan bersenang-senang dengan wanita Jepang dengan harga murah.”

Menurut MPD, pelanggan termasuk pengunjung dari Asia, seperti China dan Korea Selatan, serta dari Amerika Serikat dan Kanada. Bisnis ini mempekerjakan pengumpan asing, dan pembayaran diterima dalam mata uang negara masing-masing pelanggan. Beberapa karyawan perempuan diduga direkrut saat bekerja sebagai pelacur di dekat Taman Okubo di Kabukicho, sementara yang lain dilaporkan mulai bekerja untuk menutupi pengeluaran di “klub host,” tempat wanita membayar untuk ditemani pria.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

29 April 2026 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

29 April 2026 - 14:12 WIB

PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday

29 April 2026 - 13:36 WIB

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 1.400 Petugas Dikerahkan dan Ribuan Warga Dievakuasi

28 April 2026 - 18:10 WIB

Startup Jepang Ajukan Obat Baru untuk Penyakit Ginjal Kronis pada Kucing

28 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News