Menu

Dark Mode
ANA Turunkan Fuel Surcharge Penerbangan Jepang–Eropa & Amerika hingga ¥10.000 Crunchyroll Amankan Hak Distribusi Film Baru Makoto Shinkai, Judulnya Masih Dirahasiakan Google Buka Toko Resmi Pertama di Luar AS, Lokasinya di Tokyo Mulai Hari Ini, Jepang Bisa Penjarakan Pelaku Penodaan Bendera Nasional hingga 2 Tahun Sony & TSMC Investasi Rp77 Triliun untuk Produksi Sensor Kamera Generasi Baru di Kumamoto BYD Racco, Kei Car Listrik China yang Dibuat Khusus untuk Pasar Jepang, Tembus Penjualan 1000 Unit dalam 2 Minggu

News

Tujuh Pria Ditangkap karena Jalankan Bisnis Prostitusi Ilegal di Kabukicho, Tokyo

badge-check


					Tujuh Pria Ditangkap karena Jalankan Bisnis Prostitusi Ilegal di Kabukicho, Tokyo Perbesar

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo (MPD) mengumumkan pada 4 Februari bahwa tujuh pria telah ditangkap karena diduga menjalankan bisnis seks ilegal yang disamarkan sebagai “salon estetika pria” di distrik hiburan Kabukicho, Tokyo.

Para tersangka, termasuk Kazuki Sudo (54), warga Shinjuku, dituduh melanggar Undang-Undang Anti-Prostitusi dengan menyediakan lokasi untuk pelacuran. Kelompok ini dilaporkan mengoperasikan dua tempat, salah satunya bernama “Sparaku,” sejak setidaknya Maret 2021. Untuk menarik pengunjung asing, mereka membuat situs web berbahasa Inggris, dengan sekitar 60-70% pelanggannya dipercaya berasal dari luar negeri. Polisi menduga bisnis ini menargetkan wisatawan asing.

Antara Oktober dan Desember 2024, para tersangka diduga menyediakan kamar pribadi di sebuah gedung multitenant di Kabukicho, dengan mengetahui bahwa kamar tersebut akan digunakan untuk pelacuran oleh enam karyawan perempuan berusia 20-an. Sudo dilaporkan mengaku atas tuduhan tersebut, mengatakan kepada polisi, “Kami menarik pelanggan asing dengan mengiklankan kesempatan bersenang-senang dengan wanita Jepang dengan harga murah.”

Menurut MPD, pelanggan termasuk pengunjung dari Asia, seperti China dan Korea Selatan, serta dari Amerika Serikat dan Kanada. Bisnis ini mempekerjakan pengumpan asing, dan pembayaran diterima dalam mata uang negara masing-masing pelanggan. Beberapa karyawan perempuan diduga direkrut saat bekerja sebagai pelacur di dekat Taman Okubo di Kabukicho, sementara yang lain dilaporkan mulai bekerja untuk menutupi pengeluaran di “klub host,” tempat wanita membayar untuk ditemani pria.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

ANA Turunkan Fuel Surcharge Penerbangan Jepang–Eropa & Amerika hingga ¥10.000

13 August 2026 - 17:10 WIB

Google Buka Toko Resmi Pertama di Luar AS, Lokasinya di Tokyo

13 August 2026 - 13:34 WIB

Mulai Hari Ini, Jepang Bisa Penjarakan Pelaku Penodaan Bendera Nasional hingga 2 Tahun

13 August 2026 - 10:10 WIB

Sony & TSMC Investasi Rp77 Triliun untuk Produksi Sensor Kamera Generasi Baru di Kumamoto

13 August 2026 - 06:39 WIB

BYD Racco, Kei Car Listrik China yang Dibuat Khusus untuk Pasar Jepang, Tembus Penjualan 1000 Unit dalam 2 Minggu

12 August 2026 - 11:10 WIB

Trending on News