Menu

Dark Mode
Pengguna LINE di Jepang Tembus 100 Juta, Hampir 15 Tahun Sejak Diluncurkan Manga “The Sado Life of Rosé the Witch” Resmi Diangkat Jadi Anime TV Fans Merapat! Franchise Evangelion Umumkan Series Anime Terbaru Jepang Siapkan Aturan Imigrasi Baru: Maskapai Wajib Tolak Penumpang Tanpa Izin Mulai 2028 Kebakaran Rumah di Timur Tokyo, Tiga Jenazah Ditemukan, Dua Anak Masih Hilang 20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara

Teknologi

Keren! Sebuah Game Latihan Otak Bikinan Peneliti di Jepang Bisa Cegah Demensia dan Pulihkan Frailty Pada Lansia

badge-check


					Keren! Sebuah Game Latihan Otak Bikinan Peneliti di Jepang Bisa Cegah Demensia dan Pulihkan Frailty Pada Lansia Perbesar

Sekelompok peneliti dari Institut Teknologi Nagoya (NITech) dan Universitas Aichi Sangyo telah mengembangkan sistem pelatihan otak inovatif yang bertujuan untuk mendeteksi dan membantu pemulihan dari kondisi frailty fisik dan mental—suatu kondisi yang dapat memprediksi demensia. Sistem ini menggunakan tekanan jari dan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba, meningkatkan perhatian dan daya ingat pada lansia.

Frailty, yang dapat dibagi menjadi fisik, psikologis, atau sosial, mengacu pada penurunan kesehatan yang meningkatkan risiko demensia.

Yoshifumi Morita, seorang profesor teknik elektro dan mekanik di NITech, bersama timnya meneliti hubungan erat antara otak dan ujung jari, yang disebut sebagai “otak kedua.” Mereka berhipotesis bahwa melatih kelincahan jari dapat merangsang otak dan membantu pemulihan dari frailty.

Perangkat ini digunakan dengan aplikasi permainan, di mana pemain menyesuaikan tekanan jari untuk menggerakkan karakter agar memakan bintang di layar. Permainan ini bertujuan untuk melatih ketangkasan tangan, yang berkaitan erat dengan fungsi otak.

Para peneliti menguji sistem ini pada 14 lansia sehat dari Tokai, Prefektur Aichi, yang diminta menggunakan sistem ini sekitar 10 menit setiap hari selama 30 hari. Semua peserta menunjukkan peningkatan pada daya ingat dan perhatian yang melemah karena penuaan.

“Kami berharap sistem ini dapat membantu mereka yang mengalami frailty psikologis untuk pulih dari kondisi tersebut,” ujar Morita.

Para peneliti juga bekerja sama dengan rumah sakit khusus rehabilitasi dan pusat medis untuk anak-anak dengan masalah perkembangan. Bersama institusi medis ini, mereka akan melanjutkan studi lanjutan untuk membantu memulihkan fungsi otak pada pasien dengan berbagai gejala terkait otak.

Morita dan timnya juga berencana mendirikan startup universitas di NITech pada akhir tahun fiskal ini agar proyek ini dapat berkembang secara komersial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengguna LINE di Jepang Tembus 100 Juta, Hampir 15 Tahun Sejak Diluncurkan

24 February 2026 - 18:10 WIB

Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped

21 February 2026 - 08:01 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS

16 February 2026 - 19:10 WIB

Jepang Gunakan Sistem AI untuk Deteksi Dini Beruang di Permukiman

12 February 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi