Menu

Dark Mode
Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober

Teknologi

Fujitsu dan Riken Kembangkan Komputer Kuantum Superkonduktor dengan 256 Qubit, Targetkan 1.000 Qubit pada 2026

badge-check


					Fujitsu dan Riken Kembangkan Komputer Kuantum Superkonduktor dengan 256 Qubit, Targetkan 1.000 Qubit pada 2026 Perbesar

Perusahaan teknologi Jepang Fujitsu Ltd. dan lembaga penelitian milik negara Riken mengumumkan bahwa mereka telah bersama-sama mengembangkan komputer kuantum superkonduktor dengan kapasitas 256 qubit. Ini merupakan peningkatan signifikan dari versi sebelumnya yang memiliki 64 qubit dan dirilis pada tahun 2023. Sistem baru ini dijadwalkan tersedia untuk penggunaan publik mulai Juni 2025.

Langkah selanjutnya yang ambisius telah disiapkan, yakni pengembangan komputer kuantum dengan 1.000 qubit pada tahun fiskal 2026. Kepala laboratorium kuantum Fujitsu, Shintaro Sato, menyatakan bahwa proyek tersebut akan menjadi batu loncatan menuju komputasi kuantum berskala besar.

Salah satu tantangan utama dalam teknologi ini adalah kesalahan (error) yang kerap muncul akibat gangguan dari lingkungan eksternal, karena qubit sangat sensitif. Menurut Keiichi Fukagaya dari Riken, pengembangan sistem dengan jutaan qubit dibutuhkan untuk mencapai kemampuan koreksi error yang memadai dan benar-benar stabil.

Komputer kuantum diharapkan dapat menyelesaikan persoalan kompleks yang tidak dapat ditangani oleh superkomputer konvensional, atau yang memerlukan waktu ribuan tahun oleh komputer klasik bisa diselesaikan dalam hitungan menit. Hal ini dikemukakan oleh IBM, yang juga tengah bersaing dalam pengembangan teknologi ini secara global.

Persaingan internasional di bidang komputasi kuantum pun semakin memanas, mengingat potensi besar teknologi ini dalam sektor keuangan, farmasi, hingga pengembangan material canggih.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan

25 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi