Menu

Dark Mode
Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran Film Kompilasi Baru “Gintama: Yoshiwara in Flames” Akan Tayang di Indonesia Dua Pendaki Asing Jatuh di Gunung Fuji Saat Musim Pendakian Ditutup, Satu Alami Luka Serius Trailer Final Film “Super Mario Galaxy Movie” Dirilis, Donald Glover Isi Suara Yoshi JR East Kembangkan Peredam Khusus untuk Kurangi Risiko Kereta Shinkansen Anjlok Saat Gempa Menteri Jepang Minta Maaf Setelah Terlambat 5 Menit Saat Menuju Rapat Kabinet

Teknologi

NTT Docomo Hentikan Emoji Ikonik yang Sudah Digunakan Sejak 1999

badge-check


					NTT Docomo Hentikan Emoji Ikonik yang Sudah Digunakan Sejak 1999 Perbesar

NTT Docomo Inc., operator telekomunikasi terbesar di Jepang, mengumumkan pada 21 Mei bahwa mereka akan menghentikan penggunaan set “Docomo Emoji” yang selama ini tersedia di setiap perangkatnya.

Keputusan ini diambil “dengan mempertimbangkan tren penggunaan emoji saat ini,” menurut pihak perusahaan.

Emoji khas Docomo ini tidak akan lagi tersedia di model-model baru yang dirilis mulai akhir Juni 2025, termasuk untuk smartphone Android dan ponsel biasa milik Docomo. Seri Galaxy akan menjadi pengecualian sementara, namun semua model barunya yang dirilis mulai Juli juga akan menghapus emoji Docomo.

Bagi pengguna perangkat lama, emoji ini juga akan hilang melalui pembaruan perangkat lunak yang dijadwalkan akan digulirkan paling cepat Oktober.

Docomo kini mendorong pengguna untuk beralih menggunakan emoji dari Google Inc. dan Samsung Electronics Co.

Emoji Docomo pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 melalui layanan internet ponsel “i-mode” milik Docomo. Emoji-emoji ini menjadi populer sebagai pelengkap atau pengganti teks di masa awal komunikasi digital.

Desainnya yang tampak sederhana ini justru memberikan dampak besar pada budaya emoji global. Pada tahun 2016, Museum of Modern Art (MoMA) di New York bahkan mengakuisisi dan memamerkan 176 emoji asli dari Docomo sebagai bagian dari sejarah desain digital.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan

25 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi