Menu

Dark Mode
Film Mononoke Chapter 3 Rilis Trailer Baru, Kali Ini Lawan Dewa Ular Raksasa Bandara Noto di Prefektur Ishikawa Jepang Bakal Pakai Nama Pokémon Kapal Tanker Jepang Berhasil Lewati Selat Hormuz Tanpa Bayar “Toll” ke Iran Sekolah Elite di Jepang Sampai Kekurangan Murid, Nilai Bagus Saja Kini Tak Lagi Cukup Jepang Kebanjiran Pesanan “Robot Serigala” Pengusir Beruang Setelah Serangan Beruang Makin Parah Live-Action BLUE LOCK Tambah Deretan Pemain Baru, Visual 20 Karakter Resmi Dirilis

News

Jepang Siap Terapkan Kebijakan Darurat untuk Stabilkan Pasokan Pangan

badge-check


					Jepang Siap Terapkan Kebijakan Darurat untuk Stabilkan Pasokan Pangan Perbesar

Pemerintah Jepang berencana menerapkan kebijakan baru yang memungkinkan mereka memerintahkan petani untuk menyerahkan rencana peningkatan produksi jika pasokan domestik beras dan komoditas penting lainnya turun lebih dari 20 persen dan menyebabkan lonjakan harga. Hal ini terungkap dalam draf dokumen yang dirilis pada Selasa (28/2).

Kebijakan ini dirancang sebagai langkah mitigasi krisis dan diajukan oleh Kementerian Pertanian dalam rapat komite Partai Demokrat Liberal (LDP), partai penguasa di Jepang. Langkah ini diambil menyusul ketidakstabilan global dalam produksi pangan yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti cuaca ekstrem dan perang di Ukraina.

Kebijakan ini merupakan penjabaran dari Undang-Undang Tindakan Darurat Pasokan Pangan yang disahkan pada Juni tahun lalu. Rencananya, kebijakan ini akan disetujui oleh Kabinet seiring dengan pemberlakuan undang-undang baru tersebut pada 1 April mendatang.

Kegagalan mematuhi instruksi untuk merencanakan atau melaporkan produksi akan dikenai sanksi. Oleh karena itu, implementasi efektif undang-undang ini memerlukan pemahaman dan kerja sama dari para petani terkait langkah-langkah operasional yang spesifik.

Selain beras, 12 komoditas lain yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah sebagai subjek undang-undang ini meliputi produk susu, produk peternakan, kedelai, gandum, dan gula. Namun, tindakan darurat tidak akan diperlukan jika penurunan produksi domestik dapat dikompensasi melalui impor.

Kebijakan ini mencerminkan upaya Jepang untuk mengantisipasi krisis pangan dan menjaga stabilitas pasokan komoditas penting di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bandara Noto di Prefektur Ishikawa Jepang Bakal Pakai Nama Pokémon

15 May 2026 - 15:10 WIB

Kapal Tanker Jepang Berhasil Lewati Selat Hormuz Tanpa Bayar “Toll” ke Iran

15 May 2026 - 15:10 WIB

Sekolah Elite di Jepang Sampai Kekurangan Murid, Nilai Bagus Saja Kini Tak Lagi Cukup

15 May 2026 - 15:10 WIB

Jepang Kebanjiran Pesanan “Robot Serigala” Pengusir Beruang Setelah Serangan Beruang Makin Parah

15 May 2026 - 10:10 WIB

Tiga Bank Raksasa Jepang Bakal Dapat Akses AI Canggih “Claude Mythos” dari AS

14 May 2026 - 12:10 WIB

Trending on News