Menu

Dark Mode
Resmi! Film Doraemon 2027 Berjudul Nobita’s Steam Time Locomotive, Berlatar London Era Victoria Resmi! Anime KonoSuba Season 4 Akan Tayang pada 2027 Jepang Perketat Syarat Permanent Residence, Penghasilan dan Kemampuan Bahasa Jadi Penilaian Baru Resmi! UNESCO Tetapkan Situs Asuka-Fujiwara sebagai Warisan Dunia ke-27 Jepang Film Doraemon 2027 Diumumkan, Nobita Akan Bertualang ke London Era Victoria Trailer Perdana Film Live-Action Resident Evil Reboot Resmi Dirilis, Tayang Oktober di Jepang

News

Jumlah Kebangkrutan Perusahaan di Jepang Tembus 10.000 Kasus, Tertinggi dalam 11 Tahun

badge-check


					People walk outside a train station in the Akihabara district of Tokyo on May 9, 2024. (Photo by Richard A. Brooks / AFP) Perbesar

People walk outside a train station in the Akihabara district of Tokyo on May 9, 2024. (Photo by Richard A. Brooks / AFP)

Jumlah kebangkrutan perusahaan di Jepang pada tahun 2024 melampaui angka 10.000 untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir, menurut survei yang dilakukan oleh Tokyo Shoko Research. Bisnis menghadapi tekanan berat akibat kekurangan tenaga kerja yang semakin memburuk dan kenaikan harga bahan impor yang dipicu oleh pelemahan yen.

Kebangkrutan meningkat 15,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 10.006 kasus. Dari jumlah tersebut, 10.004 kasus melibatkan usaha kecil dan menengah. Total kewajiban perusahaan yang bangkrut tercatat sebesar 2,34 triliun yen (sekitar Rp218 triliun), turun 2,4 persen dari tahun 2023.

Pelemahan yen ke level terendah dalam 37 tahun terhadap dolar AS pada musim panas 2024 meningkatkan biaya impor bagi bisnis. Selain itu, kekurangan tenaga kerja yang semakin parah akibat populasi yang menua dan regulasi jam kerja yang lebih ketat memberikan tekanan besar pada sektor seperti konstruksi dan jasa.

Sektor jasa, termasuk restoran, mencatat jumlah kebangkrutan tertinggi dengan 3.329 kasus, meningkat 13,2 persen dan melampaui angka 3.000 untuk pertama kalinya sejak 1990. Sektor konstruksi menyusul dengan 1.924 kasus, naik 13,6 persen.

Jumlah kebangkrutan akibat kekurangan tenaga kerja melonjak menjadi 289 kasus, rekor tertinggi dibandingkan 159 kasus pada tahun sebelumnya. Sementara itu, kebangkrutan akibat kegagalan menemukan penerus bisnis mencapai 462 kasus, juga mencatat rekor baru.

Beban keuangan yang disebabkan oleh biaya jaminan sosial dan pajak hampir dua kali lipat, dari 92 menjadi 176 kasus.

Tokyo Shoko Research menyebutkan bahwa meskipun beberapa bisnis dapat menghindari kebangkrutan melalui pembiayaan ulang pinjaman, mereka mungkin tetap menghadapi kesulitan jika tidak dapat memulihkan operasi bisnis mereka.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Perketat Syarat Permanent Residence, Penghasilan dan Kemampuan Bahasa Jadi Penilaian Baru

27 July 2026 - 12:10 WIB

Resmi! UNESCO Tetapkan Situs Asuka-Fujiwara sebagai Warisan Dunia ke-27 Jepang

27 July 2026 - 10:01 WIB

7 Tahun Teror Suara Bising, Pria di Jepang Ditangkap Setelah Tetangga Alami Insomnia hingga Depresi

25 July 2026 - 12:10 WIB

Temukan Logam Tanah Jarang Bernilai Tinggi di Dasar Laut, Bisa Kurangi Ketergantungan pada China

25 July 2026 - 10:10 WIB

Asosiasi Sepak Bola Jepang Tetap Pertahankan Hajime Moriyasu di Kursi Pelatih TImnas Hingga Piala Asia 2027

25 July 2026 - 10:05 WIB

Trending on News