Menu

Dark Mode
Nerobos Lampu Merah, Pemain Timnas Jepang Kaouru Mitoma Terlibat Kecelakaan Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun Jepang Berencana Perketat Keringanan Biaya Izin Tinggal, Pencari Suaka Terancam Beban Lebih Berat Film Anime Baru Sword Art Online Resmi Diumumkan, Tayang di Bioskop pada 2028 Pelajar SMA 15 Tahun di Jepang Ditangkap, Diduga Gunakan ChatGPT untuk Serang Layanan Streaming Anime Anime Suikoden Ungkap Trailer Baru, Lagu Opening, dan Tambah Pemeran Jelang Tayang Oktober

Bahasa Jepang

Ketika Kata Sifat Berubah Jadi Kata Benda: Bentuk “~sa” dan “~mi” dalam Bahasa Jepang

badge-check


					Ketika Kata Sifat Berubah Jadi Kata Benda: Bentuk “~sa” dan “~mi” dalam Bahasa Jepang Perbesar

Dalam bahasa Jepang, banyak kata sifat yang bisa diubah menjadi kata benda untuk mengekspresikan sifat atau perasaan secara abstrak. Dua akhiran yang sering digunakan untuk ini adalah 「〜さ」(–sa) dan 「〜み」(–mi). Meskipun keduanya mengubah kata sifat menjadi kata benda, makna dan nuansanya tidak selalu sama. Mari kita bahas perbedaannya secara detail.


1. 「〜さ」(–sa): Mengungkapkan Tingkat atau Derajat

Akhiran 「〜さ」 digunakan untuk mengubah kata sifat menjadi kata benda yang menunjukkan derajat atau intensitas dari suatu sifat.

Ciri-ciri:

Contoh:

Kata Sifat Kata Benda (〜さ) Arti
高い (takai) = tinggi 高さ (takasa) ketinggian
大きい (ookii) = besar 大きさ (ookisa) ukuran besar
静か (shizuka) = tenang 静かさ (shizukasa) ketenangan
優しい (yasashii) = baik hati 優しさ (yasashisa) kebaikan hati

Contoh Kalimat:

  • 山の高さは何メートルですか?
    (Yama no takasa wa nan meetoru desu ka?)
    → Berapa meter tinggi gunung itu?

  • 彼の優しさに感動した。
    (Kare no yasashisa ni kandou shita.)
    → Aku tersentuh oleh kebaikan hatinya.


2. 「〜み」(–mi): Nuansa Subjektif dan Emosional

Berbeda dengan 「〜さ」, akhiran 「〜み」 digunakan untuk menunjukkan aspek yang lebih subjektif atau perasaan yang dirasakan secara pribadi. Biasanya dipakai untuk menggambarkan keadaan atau nuansa yang dirasakan seseorang, dan tidak semua kata sifat bisa menggunakan akhiran ini.

Ciri-ciri:

  • Lebih subjektif dan emosional

  • Tidak semua kata sifat bisa digunakan dengan ~み

  • Lebih sering muncul dalam percakapan sehari-hari atau sastra

Contoh:

Kata Sifat Kata Benda (〜み) Arti
苦い (nigai) = pahit 苦み (nigami) rasa pahit
弱い (yowai) = lemah 弱み (yowami) kelemahan
深い (fukai) = dalam 深み (fukami) kedalaman (emosional)
暖かい (atatakai) = hangat 暖かみ (atatakami) kehangatan (emosional)

Contoh Kalimat:

  • コーヒーに少し苦みがある。
    (Koohii ni sukoshi nigami ga aru.)
    → Kopinya sedikit pahit.

  • 彼は自分の弱みを見せた。
    (Kare wa jibun no yowami wo miseta.)
    → Dia menunjukkan kelemahannya.


Perbandingan: ~さ vs ~み

Aspek ~さ (sa) ~み (mi)
Nuansa Objektif, terukur Subjektif, emosional
Contoh Kata 高さ (tinggi), 静かさ (tenang) 弱み (lemah), 苦み (pahit)
Penggunaan Ilmiah, deskriptif Puitis, pribadi, nuansa rasa
Tidak Bisa Untuk Tidak bisa untuk semua kata

Mengubah kata sifat menjadi kata benda dengan ~さ atau ~み memberi kita fleksibilitas dalam mengekspresikan makna yang lebih kaya dalam bahasa Jepang. Gunakan ~さ saat kamu ingin menyampaikan hal secara objektif atau mengukur sesuatu, dan gunakan ~み ketika ingin menggambarkan perasaan atau nuansa emosional secara pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir

4 July 2026 - 09:11 WIB

Tokyo Disney Resort Akan Hentikan Layanan Priority Pass Gratis Mulai 31 Agustus

2 June 2026 - 10:10 WIB

Manga Gundam Baru Karya Kōzō Ōmori Akan Mulai Terbit Tahun Ini

30 May 2026 - 17:10 WIB

Dua Karateka Indonesia Raih Prestasi di Turnamen Internasional Jepang

8 May 2026 - 10:05 WIB

Golden Week Dimulai, Stasiun hingga Bandara di Jepang Dipadati Wisatawan

4 May 2026 - 11:10 WIB

Trending on Bahasa Jepang